14409000_120300000242847241_1071216061_n
Foto Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Bengkulu Rinaldi saat digiring menuju Lapas Bentiring

BENGKULU, PB – Kejaksaan Tinggi Bengkulu terus bekerja ekstra dalam pengungkapan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Bengkulu. Setelah mantan Bupati Seluma Murman Effendi Ditahan, Senin (19/09) kemarin, kini giliran Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Bengkulu Rinaldi yang ditahan.

Lihat juga: Status Tersangka, Mantan Kadis DKP Bengkulu Kembali Diperiksa

Pasca pemeriksaan kurang lebih 6 jam di ruang tipikor Kejati Bengkulu, sembari menutup muka Rinaldi digiring menuju mobil dinas Kejati merk Toyota Avanza berwarna hitam yang akan menuju ke Lapas Bentiring Kota Bengkulu.

Pelaksana Harian Aspidsus Safri, mengatakan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan itu dikenakan dengan pasal 2 UU Tipikor dan Pasal 3 UU Tipikor. Pasal 2 ayat (1) ancaman pidana penjara maksimumnya 20 tahun dan minimum empat tahun, sementara pasal 3 ancaman pidananya , dan maksimum 20 tahun, minimumnya hanya 1 tahun.

“Tersangka ditahan terhitung 20 hari sejak sekarang, dilakukan penahanan dikarenakan khwatir jika tersangka akan melarikan diri menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidananya. Beliau sebagai pengguna anggaran,” tegasnya.

Dimana dalam perjalanan kasus ini, pada tahun 2015 kantor DKP Provinsi Bengkulu telah melakukan kegiatan pengadaan bibit ikan untuk masyarakat dengan anggaran sebesar Rp 961.744.500, tepatnya pada tanggal 12 Januari 2015.

Pada saat akan dilakukan lelang HPS dibuat tanpa melalui prosedur yaitu harga benih ikan tidak dilakukan survey di lapangan dan tidak disesuaikan dengan standar harga dari pemerintah daerah setempat. Sehingga terjadi markup alias kelebihan pembayaran pada saat pembelian bibit ikan tersebut.

Dengan demikian, terjadi kelebihan pembayaran pada saat pembelian bibit ikan. Dari anggaran dana tersebut, terjadi mark up harga sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 588.769.381.

Selain Rinaldi, pihaknya sudah terlebih dahulu menetapkan 3 tersangka lainnya, yakni Fatmawati sebagai pejabat PPTK DKP Provinsi Bengkulu, Niko Mardianto sebagai rekanan dan Feri Gerard Fiktor Marpaung bertindak sebagai penyokong dana. (RU)