14424726_348068105584351_7130395073713755282_o 14379624_348068128917682_4181109048853675523_oJAKARTA, PB – Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan kembali mengharumkan Kota Bengkulu, atas kegigihannya memimpin Kota Bengkulu bersama jajarannya dan dukungan masyarakat Kota Bengkulu. Jumat (23/09/2016) malam Wali Kota Helmi Hasan menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni 2016 pada kategori Pemerintah Daerah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Tabot Tebuang Penuh Lautan Manusia dan Pemerintah Kota Dinilai Lebih Peduli Tabot

Penghargaan Anugerah Kebudayaan ini diserahkan langsung oleh Inspektur Jendral Kemendikbud Daryanto, AK, MIS, M.Comm, G. Dip.Com, QIA, CA kepada Walikota Helmi Hasan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Najmuddin Ramli dalam sambutannya mengatakan ada 54 pegiat yang menerima anugerah dari 9 kategori. “Untuk Pemerintah Daerah juri profesional untuk menilai secara khusus adalah Ryass Rasyid (Pakar Otonomi Daerah), Suroso (Pengamat Kebudayaan), dan Komaruddin Hidayat (Akademisi),” ujar Najmuddin Ramli.

Dikatakan Najmuddin Ramli, kerja keras,dedikasi, dan ketekunan masing-masing tokoh dalam bidang kebudayaan menjadi bagian indikator dalam anugerah kebudayaan ini.

Untuk kategori Pemerintah Daerah, yang menerima anugerah ini hanya Kota Bengkulu, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Belu.

Anugerah yang diterima ini diberikan dari Kemendikbud atas komitmen tinggi Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan terhadap pelestarian kebudayaan, cagar budaya, peran masyarakat terhadap kebudayaan. Di antaranya melestarikan cagar budaya seperti Benteng Marlborough, festival tabot, pengasingan Bung Karno, pelestarian kawasan kampung cina, penyelenggaraan festival kain batik besurek, dan lain-lain.

Dari data yang berhasil dihimpun, kategori penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni tahun 2016 ini terdiri dari 9 (sembilan) kategori, yaitu kategori pelestari, pencipta, pelopor dan pembaru, maestro seni dan tradisi, anak dan remaja, perorangan asing, pemerintah daerah, media, dan komunitas. Untuk kategori Pemerintah Daerah, Kemendikbud baru menyelenggarakannya sejak tahun 2015. (RLS/HUMAS)

14479584_348068518917643_6186219855517754337_n 14364828_348068195584342_4427677987337865535_n14368794_348068725584289_5416326840257624619_n 14448844_348068148917680_6266626011934210481_n