igd-curpREJANG LEBONG, PB – Niat Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi untuk membentuk Rejang Lebong menjadi kabupaten religius tampaknya harus dilaksanakan dengan keras. Pasalnya, hingga saat ini pihak RSUD Curup telah mendata jika terdapat 20 orang penderita HIV/AIDS yang rutin melakukan pemeriksaan di RSUD Curup setiap bulannya. Ironisnya, dari jumlah tersebut mayoritas adalah Waria.

“Ini data hingga bulan Februari 2016 lalu. Saat ini, kita masih melakukan pendataan ulang untuk jumlah penyakit menular sexsual yang ditangani oleh RSUD Curup, baik rawat jalan maupun rawat inap,” ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Curup, Dr Honey Rosnita saat dijumpai di RSUD Curup, senin (19/09).

Dijelaskan Dr Honey, 20 orang penderita HIV/AIDS atau yang kerap disebut sebagai Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) ini hingga saat ini masih rutin melakukan kontrol kesehatan dan mengkonsumsi obat setiap bulannya. “Mereka wajib datang terus untuk kontrol. Jika tidak, daya tahan tubuh mereka akan terus turun. Jika daya tahan tubuh mereka turun maka rentan sekali terserang penyakit. Jika sudah begitu, jika ODHA terkena flu atau diare saja bisa menyebabkan kematian bagi mereka,” ujar Dr Honey.

Ditambahkan Dr Honey, untuk penyakit menular Sexsual lainnya yang ditangani oleh RSUD Curup yaitu Gonorhe (Go). Namun, jumlah penderitanya terbilang sedikit yaitu hanya 2 orang. “Untuk ODHA yang terdata itu berada di seputaran perkotaan Curup. Begitu juga dengan penderita Go,” ujar Dr Honey.

Dilain sisi, Dr Honey juga menghimbau agar warga tidak segan – segan untuk melakukan cek atau tes HIV/AIDS di RSUD Curup. Sehingga, jika terdeteksi menderita HIV/AIDS dapat segera mendapatkan penanganan medis secara rutin oleh tenaga Medis. “Jangan malu, identitas penderita akan dilindungi. Sebab, identitas ODHA memang tidak boleh di publikasikan,” ujar Dr Honey. (Ifan)