salah-satu-lokasi-longsor-di-kecamatan-sindang-beliti-ulu-1REJANG LEBONG, PB – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong, Basuki, menyatakan, hasil pendataan lembaganya menyimpulkan adanya 41 titik wilayah rawan bencana yang tersebar di 14 dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

“Sebagian besar yaitu rawan longsor dan banjir bandang,” ujar Basuki.

Dijelaskan Basuki, 41 titik wilayah itu diantaranya wilayah kecamatan Sindang Kelingi yakni Desa Kayu Manis, Desa Air Dingin, Desa Sindang Jati, Desa Cahaya Negeri, Desa Beringin III dan Desa Pelalo.

Lalu di wilayah Kecamatan Selupu Rejang yakni Desa Air Duku dan Desa Talang Lahat. Selanjutnya di Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) yakni Desa Belumai, Desa Taba Tinggi, Desa Muara Telita Desa Karang Baru dan Desa Ulak Tanding, serta disejumlah kecamatan wilayah sekitaran Lembak.

Sedangkan, sambung Basuki, pada wilayah kota daerah yang rawan bencana diantaranya Kecamatan Curup Timur yakni Desa Kelurahan Talang Ulu, kemudian Kecamatan Curup Tengah yakni Desa Air Merah dan Kelurahan Air Bang serta beberapa kecamatan lainnya.

“Kita telah melakukan pendataan bersama pihak kecamatan dan warga setempat terhadap daerah rawan bencana di kabupaten Rejang Lebong ini. Dari hasil pendataan kita, selain Kecamatan Kota Padang, kecamatan lainnya berpotensi rawan bencana alam dan didominasi bencana tanah longsor dan banjir bandang” ujar Basuki.salah-satu-lokasi-longsor-di-kecamatan-sindang-beliti-ulu-2

Dikatakan Basuki, bencana alam yang didominasi berupa tanah longsor dan banjir bandang tersebut lantaran struktur wilayah Rejang Lebong merupakan daerah pegunungan dan perbukitan yang tergolong curam.

“Sehingga kedua jenis bencana alam tersebut lazim terjadi,” ujar Basuki.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam berupa longsor dan banjir bandang di wilayah Rejang Lebong, Basuki mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada mengingat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi.

“Akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi. Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan menghindari wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Basuki. [Ifan]