ilustrasi-vasektomi
Ilustrasi Vasektomi

REJANGLEBONG, PB – Angka kepesertaan masyarakat dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Rejang Lebong setiap tahunnya selalu tinggi dan selalu mampu melebihi target yang diberikan BKKBN pusat, baik peserta KB baru maupun jumlah peserta KB aktif.

Kendati demikian, ada jenis program yang KB yang sangat diminati masyarakat dan ada juga yang sangat tidak diminati seperti KB jenis Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi.

Program KB jenis ini hingga saat ini masih menjadi angka terendah capaiannya di wilayah Kabupaten Rejang Lebong serta belum mampu menarik minat masyarakat meski sosialisasi terus dilakukan oleh pihak BKKBD Rejang Lebong.

Untuk diketahui, jumlah peserta KB MOW dan MOP setiap tahunnya selalu tidak mencapai target. Misalnya tahun 2016 ini, khusus untuk KB MOW jumlah peserta aktif hanya 72 peserta sedangkan peserta KB MOP ada sebanyak 3 orang peserta.

“Kalau peserta KB baru yang menggunakan MOW ditahun ini baru ada sebanyak 49 peserta. Sedangkan untuk KB MOP belum ada sama sekali. Tiap tahun jumlah peserta KB MOW ataupun MOP tidak pernah mencapai target dan masih sepi peminat,” kata Kepala BKKBD Rejang Lebong Syafri Idris, baru-baru ini.

Minimnya peminat KB jenis MOW dan MOP atau Vasektomi tersebut dijelaskan oleh Syafri lantaran masih banyaknya persepsi miring tentang KB jenis tersebut. Seperti masih ada saja masyarakat yang beranggapan jika BK MOP dalam menimbulkan impoten termasuk tidak dapat bekerja berat lagi.

Baca juga : Keluarga Sehat Menyehatkan Bangsa

Padahal, sambung Syafri hal itu tidak ada hubungannya sama sekali. “MOP itu tidak ada efek samping kecuali tidak dapat memberikan keturunan. Kalau dikatakan menyebabkan impoten itu sama sekali tidak benar. KB ini hanya dilakukan sekali seumur hidup. Memang KB ini khusus untuk suami yang sudah tidak menghendaki punya anak lagi,” kata Syafri. [Ifan]