bazar-murah-pemkot-2BENGKULU, PB – Seiring menjelang akhir tahun sudah menjadi suatu kelaziman jika sejumlah bahan pokok mendadak naik harga. Bahkan disuatu periode tertentu sempat ada beberapa kebutuhan pokok yang menghilang.

Selain kondisi alam hal ini juga dipicu permainan “nakal” spekulan yang tidak bertanggung jawab. Tentu hal ini akan berdampak kepada kenaikan harga yang sangat signifikan sehingga memicu inflasi.

Pemerintah Kota Bengkulu melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berusaha untuk mengantisipasi perbuatan “nakal” para spekulan tersebut. Salah satunya adalah dengan diadakan pasar murah sejumlah barang pokok.
“Kita menjual barang-barang pokok ini sedikit dibawah harga-harga pasaran,” ujar Kabag Ekonomi Pemkot Bengkulu Dadi Hartono.

Kegiatan pasar murah ini diadakan di depan RSUD kota Bengkulu setiap hari Kamis di minggu pertama setiap bulan. “Untuk hari ini kita uji coba dulu disini (depan RSUD Kota). Bulan depan kita gelar di 9 Kecamatan yang ada di Kota Bengkulu,” paparnya.

Pada Kamis (06/10) pagi, Bank Indonesia Cabang Bengkulu, Bulog Divre Bengkulu dan Manajemen Indomaret Bengkulu berpartisipasi. Lebih dari 500 kg beras bulog kualitas impor yang diturunkan dengan harga Rp.13 ribu/cupak. Bahkan ada pula gula pasir, bawang putih dan minyak makan kemasan.

“Stok kita ada dan sangat cukup untuk pasar murah seperti ini,” kata Kepala Bulog Divre Bengkulu Subali Agung Gunawan.

Subali sangat antusias dengan program Pemerintah Kota Bengkulu untuk menekan laju inflasi dari sisi menjaga kestabilan harga bahan pokok. Bahkan Subali menyatakan kesanggupan Bulog untuk membackup bahan pokok demi melawan spekulan.

Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin setiap hari Kamis di minggu pertama setiap bulan. Pasar murah ini dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB. [rilis/humas]

bazar-murah-pemkot-3 bazar-murah-pemkot-4