sidak-retribusi-tpr-1BENGKULU, PB – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) bocor. Dari target Rp.300 juta, pencapaian retribusi tersebut hingga kini baru mencapai 58 persen.

Sebagaimana yang terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu, Senin (17/10/2016).

Misalnya disampaikan Dodi (34) warga Jalan Mangga 2 Lingkar Timur Kota Bengkulu yang membawa angkutan sawit. Ia mengatakan selama ini hanya membayar retribusi sebesar Rp.2 ribu.

“Karcis tidak pernah diambil, karena sudah lewat dan bayar. Kita langsung lewat saja,” terang Dodi salah satu sopir pengangkut sawit. Kita juga hanya bayar dua ribu, tidak tahu kalau tiga ribu,” katanya.

Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dishubkominfo Kota Bengkulu, Mardi Kusuma, mengakui adanya kebocoran tersebut. Ia juga tak menampik bahwa PAD dari TPR tidak pernah mencapai target.

“Sesuai ketentuan untuk roda 6 bayar tiga ribu. Kita tegaskan kepada sopir harus bayar tiga ribu dan memberikan karcis. Kalau hanya membayar dua ribu maka kita akan merugi, atau PAD kita bocor,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya segera memanggil pengelola TPR untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jelasnya, untuk TPR angkutan batubara dan ekspedisi ada 3 titik serta TPR angkutan umum di Kota Bengkulu ada 3 titik.

“Kalau ada yang merasa menjadi korban pungli silahkan lapor kepada kami dengan datang ke kantor. Kami akan beri sanksi tegas kepada oknum itu. Jika perlu bisa kita ekspos orangnya,” demikian Mardi. [RU]