15220142_1753072915014620_6028850524701428231_nBENGKULU, PB – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Bengkulu 2017 sedang dalam pembahasan dan terus dilanjutkan. Namun, dari hasil pembahasan bersama TAPD, usulan KUA PPAS 2017 tersebut dikembalikan untuk segera diperbaiki oleh pihak eksekutif.

Untuk itu, pembahasan KUA PPAS 2017 akan dilanjutkan setelah revisi dan perbaikan KUA PPAS tersebut dirampungkan oleh Pemprov Bengkulu.

“Perlu dipahami, KUA-PPAS ini adalah hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif. Draft nya dibawa oleh eksekutif ke legislatif. Disini, kita bahas bersama dan ada kata sepakat nanti. Untuk sekarang dari draft KUA-PPAS yang disampaikan oleh eksekutif melalui TAPD, itu kita kembalikan, agar diperbaiki, bukan ditolak,” kata Edison Simbolon saat sedang berada diruangan Waka I DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (30/11).

Dikembalikannya draft KUA-PPAS untuk APBD tahun 2017 ini terang Edison, bukan tanpa alasan, namun memang ada beberapa hal yang harus direvisi kembali.

“Kita dengan eksekutif itu tujuannya sama, kita ingin pembangunan merata disetiap daerah di Provinsi Bengkulu. kami juga selaku wakil rakyat di DPRD ini, telah disumpah jabatan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dari Dapilnya masing-masing. Dan sekali lagi saya tegaskan, kami itu bukan nolak, tapi yang namanya pembahasan biasa saja kalau dikembalikan untuk revisi agar menjadi lebih baik. Tidak mungkinlah begitu draft KUA-PPAS nya dimasukkan lalu langsung kita setujui tanpa dilihat lagi. Inilah bentuk dari bagian kerja kami dalam pengawasan,” terang politisi Demokrat itu.

Dan dalam draft KUA-PPAS tahun 2017 ini nanti, pihaknya kata Edison menginginkan agar apa yang menjadi aspirasi rakyat bisa tercermin didalamnya.

“Kami itu kan sudah melaksanakan reses, dan kita ingin kalau apa yang menjadi masukan masyarakat bisa diakomodir. Meskipun tidak sepenuhnya, namun ada yang dimasukkan dua atau tiga item hasil reses. Dan untuk postur APBD tahun 2017 nanti, kita arahnya masih lebih besar porsi untuk pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur jalan, seperti jalan sebagai transfortasi perkebunan, dimana dengan diperbaiki jalannya, nanti jarak tempuh menjadi semakin cepat dan lancar,” demikian Edison. [MS]