15239302_10210065420706101_1147003411_nBENGKULU, PB – Ribuan orang dari kalangan pejabat pemerintahan, pegawai negeri, pelajar, masyarakat umum dan lintas sektor lainnya memadati Gedung Balai Buntar Kota Bengkulu guna menghadiri Aksi Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016).

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi secara lantang menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakkan antar elemen bangsa untuk membangun Indonesia yang besar dan berwibawa.

“Semua suku dahulu bergandengan tangan untuk melahirkan bangsa yang besar bernama Indonesia. Bangsa ini tetap akan menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh dunia, menjadi rumah besar bagi seluruh agama, kalau semangat kita tetap sama dengan semangat yang dimiliki oleh para pahlawan,” katanya.

Ia juga menyinggung tentang warna merah putih yang saat itu dipakai sebagai ikat kepala oleh hampir seluruh peserta Aksi Nusantara Bersatu ini. Menurut dia, semangat kepahlawanan Fatmawati Soekarno, sang penjahit sang saka merah putih pertama, hendaknya tetap mengalir dalam nadi masyarakat Bengkulu.

“Apapun suku kita, apapun agama kita, darah kita sama-sama merah, tulang kita sama-sama putih. Indonesia adalah rumah bagi umat Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu. Tanpa Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, bukanlah Indonesia,” ujarnya.

Senada disampaikan oleh Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Ia memaparkan, Indonesia adalah identitas utama keberagaman di dunia. Menurut dia, identitas itu harus dijaga, karena tanpa itu Indonesia akan kehilangan jati dirinya yang aseli.

Sebelumnya, Danrem 041 Garuda Emas Bengkulu, Kolonel Infantri Andi Muhammad mengatakan, kegiatan ini selaras dengan amanah dari Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo mengatakan TNI bersama rakyat, maka Indonesia kuat dan tak terkalahkan.

Ia menegaskan, saat ini Indonesia tengah mendapat ujian yang berat dengan banyaknya ancaman yang datang dari luar. Karenanya ia berharap dengan adanya kegiatan ini membuat Indonesia tetap kuat dalam melewati ujian tersebut.

Indonesia yang saat ini telah berumur 71 tahun senantiasa dapat bertahan hidup dengan kebhinekaan. Ancaman dari luar itu datang karena Indonesia memiliki banyak sumber daya alam. Namun bila kebhinekaan itu tetap terjaga, maka ancaman dari luar itu dapat diatasi.

Aksi ini dimulai dengan drumband dan dilanjutkan penyematan ikat kepala merah putih, menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia Raya, pemukulan dol bersama FKPD, FKUB pemuda, orasi oleh tokoh masyarakat, FKPD, FKUB, tokoh Agama, serta pembacaan puisi oleh Agus Setianto selaku budayawan Bengkulu dan para pelajar dari SMA Negeri 2 Kota Bengkulu.

Kemudian ada juga nyanyian lagu-lagu wajib yang membangkitkan semangat nasionalisme, doa lintas agama dan penampilan kesenian daerah, penutupan dan sayonara. Sejumlah senjata-senjata milik TNI-Polri juga dipamerkan di depan pintu Balai Buntar dan menarik antusiasme para peserta aksi. [AM]

15281144_10210065420666100_252650592_n 15240068_10210065413785928_60288208_n