SOSOKNYA bersahaja, ramah dan apa adanya. Ketika berbicara tentang Bengkulu, sulit untuk menghentikannya. Meski hanya lulusan Sekolah Menengah Atas, tapi ilmu pengetahuan yang ia miliki tidak kalah dengan lulusan sarjana.

Yuditha Pratiwi, KOTA BENGKULU

Elvi Ansori lahir di Lubuk Durian, Bengkulu Utara, 2 Maret 1976. Dia tinggal di Jalan M Hasan 2 Nomor 7 RT 5 RW 2 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Teluk Segara. Dulu ia pernah menjadi guru honor di SD Muhammadiyah V Kota Bengkulu. Saat ini, ia hidup dari membuka usaha percetakan dan fotokopi. Tapi, sebagian besar waktunya ia sisihkan untuk membina generasi muda untuk mencintai literasi, baik dalam Komunitas Ayo Menulis Bengkulu yang dibidani oleh Ira Diana, S.Pd, maupun di rumah-rumah sekolah.

Diantara komunitas yang ia bina adalah Taman Bacaan Mandiri, Pustaka Bergerak “RafflesiaMembaca”, Taman Bacaan Masyarakat Open Book Library (OBL) Kelurahan Sumber Jaya. Pada Komunitas Ayo Menulis Bengkulu, sejak 2015 yang lalu ia berstatus sebagai ketuanya. Meski semua kegiatan itu telah banyak menyita waktunya dan tak menjadikannya kaya raya, namun ia tetap saja memberikan ilmu-ilmu tentang literasi kepada generasi binaannya.

“Sama seperti apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Ketika saya tidak bisa lagi apa-apa dan Tuhan memanggil saya, tulisan-tulisan saya inilah yang akan menjawab apa yang saya lakukan selama saya hidup. Selagi hidup, saya akan terus menulis,” kata Elvi Ansori dalam sebuah kesempatan bertatap mukanya dengannya.

Elvi Ansori telah melahirkan sejumlah karya. Diantaranya Antologi Puisi “Tangisan Negeri Kolam Susu”, Buku Tunggal Cerita Rakyat Bengkulu “Singaran Pati Raja Sungai Hitam”, Cerita Rakyat Bengkulu “Biring Kecik” Sesepuh Suku Lembak Desa Bukit Bengkulu Tengah, Antologi Puisi Tunggal “Aku Menangis Untukmu Ibu” dan Kumpulan Cerpen “Sepasang Sepatu di Pantai Bengkulu”. Yang disebut terakhir ia garap bersama anaknya, Haidar Ikram.

“Buku-buku itu telah diposting di Pustaka Digital Telkom (PADI) dan bisa didownload gratis,” ujar Elvi Ansori.

Saat ini, ia tengah menyusun sejumlah naskah buku. Diantaranya Gugurnya Pangeran Nata Diraja (Patriot Tanah Selebar), Pengorbanan Rajo Indo Pati Mati Basulo (Cerita Kepahlawanan Raja Mukomuko), Burniat Patriot Tanjung Terdana, Marjati Pasirah Bintunan, Pangeran Cungkai (Cerita Kepahlawanan Kabupaten Kaur), Sawang Baiduri (Cerita Rakyat Pulau Enggano), Sumur Samudera (Cerita Rakyat Enggano) dan Novel Sejarah “Jejak Sang Veteran”.

Meski tak membuatnya kaya raya, namun mantan Ketua I Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Cabang IV Kota Bengkulu ini mampu meraih sejumlah prestasi. Misalnya, ia dinobatkan sebagai Juara 1 Baca Puisi Se-Sumbagsel (Kemah Sastra 1998) Taman Budaya Bengkulu, Juara 1 Lomba Cipta Cerpen Islami Forum Lingkar Pena Se-Propinsi Bengkulu (2001), Juara 1 Lomba Cipta Puisi Hari Kemaritiman Nasional Se-Propinsi Bengkulu (2016), dan Juara 1 Cipta Cerpen Kick Mgc Se-Sumatera (2017).

“Tulisan-tulisan saya bisa dibaca di https://pujanggadansastrabengkulu.blogspot.co.id,” tuturnya.

Selama melangsungkan kegiatannya, Elvi Ansori jarang mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah. Tapi hal itu tak membuatnya berkecil hati dan kemudian menjelek-jelekkan Pemerintah Daerah. Ia tetap bersyukur karena terkadang ia mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Ia tetap mempergiat usahanya untuk memajukan dunia literasi di Bengkulu, bahkan hingga sampai ke Pulau Enggano.

“Bagi saya selama Pemerintah Daerah bekerja dengan baik, saya ikut senang. Misal Helmi Hasan serius membangun infrastruktur, jalan-jalan sudah bagus, membangun taman di Telkom, saya ikut senang. Bagi saya hal semacam itu lebih dari cukup,” bebernya.

Dalam waktu dekat, Komunitas Ayo Menulis Bengkulu bersama Gerakan Sekundang Membaca akan menyelenggarakan lomba menulis “Pesona Bumi Sekundang”, sebuah kegiatan yang ditujukan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bengkulu Selatan. Tulisan-tulisan dalam lomba ini juga akan dibukukan seperti buku Pesona Bengkulu.

“Kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Bengkulu serta memperkenalkan potensi wisata Bengkulu Selatan kepada khalayak ramai, hingga Bengkulu menjadi salah satu tujuan wisata, yang secara tidak langsung akan menambah potensi devisa bagi Bengkulu dan warga Bengkulu,” demikian Elvi. (**)