Published On: Rab, Feb 1st, 2017

Riri Minta Pemerintah Ubah Pola Subsidi Pupuk

KEPAHIANG, PB – Senator Muda Indonesia asal Provinsi Bengkulu, Riri Damayanti John Latief, S.Psi menggelar silaturahmi ke Desa Suro Ilir, belum lama ini. Dalam silaturahmi ini, Riri membuka diri untuk menerima keluhan-keluhan warga masyarakat yang ada di desa tersebut.

Dalam silaturahmi ini, Riri menerima banyak keluhan warga. Misalnya mengenai pupuk bersubsidi yang kerap bermasalah. Riri memastikan bahwa alokasi bantuan subsidi pupuk dari Kementerian Pertanian untuk kelompok-kelompok tani di Indonesia cukup memadai.

“Seringkali kami temui berbeda antara apa yang ada di lapangan dengan laporan yang kami terima dari Pemerintah Pusat. Saya pernah mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat bahwa sebenarnya jumlah subsidi pupuk sangat cukup,” kata Riri kepada tokoh masyarakat/agama/adat di Desa Suro Ilir yang hadir saat itu.

Gadis kelahiran Bengkulu, 4 Februari 1990 ini menjelaskan, pada praktiknya banyak yang menyalahgunakan subsidi pupuk tersebut sebagai barang dagangan atau untuk keperluan kelompok dan golongan tertentu.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan laporan dari ibu dan bapak yang hadir di sini sehingga fakta tentang penyelewengan ini semakin nyata. Selanjutnya aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Pemerintah Pusat. Kami juga akan mengusulkan agar bukan pupuknya lagi yang disubsidi, tapi harganya. Agar petani tetap dapat mendapatkan pupuk berkualitas namun dengan harga yang terjangkau,” urainya.

Disamping itu, Riri juga berkomitmen untuk mendesak Pemerintah Pusat mengendalikan harga-harga komoditas pertanian tetap tinggi, membantu kebutuhan warga akan lampu penerangan dan pengadaan motor roda tiga pengangkut sampah kepada pihak Kementerian dan atau kepada Pemerintah Kabupaten Kepahiang.

Kepala Desa Suro Ilir, Herdianto, menyatakan rasa terimakasihnya kepada anggota Komite II DPD RI tersebut telah mengalokasikan waktunya untuk bersilaturahmi ke desa yang ia pimpin. Ia berharap apa yang menjadi aspirasi warga dapat diperjuangkan dan direalisasikan. [AM]