Frekuensi bencana yang tak terduga membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan peningkatan kapasitas dalam penanganan pengungsi. Selama empat hari BNPB menggelar kegiatan pendataan pengungsi berbasis masyarakat dan teknologi di Tanjung Pinang. Apa dan bagaimana kegiatan tersebut? Berikut laporan Media Center Kota Bengkulu langsung dari Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

NUGROHO TRI PUTRA, Kepulauan Riau

Ada empat daerah yang diundang BNPB dalam kegiatan ini, Kota Padang, Kota Bengkulu, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Banyuasin. Keempat daerah ini merupakan daerah yang memiliki wilayah rawan bencana yang apabila sebelum dan sesudah terjadi bencana perlu mendapat perhatian khusus.

“Untuk menjamin pemenuhan hak masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana secara adil dan sesuai dengan standar pelayanan minimum. Proses pendataan berbasis masyarakat dan teknologi sangat penting dilakukan,” terang Direktur Penanganan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Taufik Kartiko, yang diwakili Kasubdit Perlindungan dan Pemberdayaan Pengungsi Joko Sri Wismoko di CK Hotel Tanjungpinang, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Selasa (11/04).

Selain itu, lanjutnya, kejadian bencana memberikan dampak serius bagi manusia. Untuk menyelamatkan hidupnya manusia harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dari lokasi bencana dengan meninggalkan segala harta bendanya.

“Karena itu peran serta BPBD dan pihak terkait untuk bergerak cepat dan tepat sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Rita Indriyana yang juga sebagai Kepala Seksi Relokasi mengatakan dari empat daerah yang diundang jumlah peserta mencapai 39 orang yang berasal dari BPBD, Dinas Kominfo, Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Sosial, dan Ex Koordinator Tempat Pengungsi dari masing-masing daerah.

Dari data yang berhasil dihimpun, materi dalam kegiatan peningkatan kapasitas penanganan pengungsi yang berlangsung hingga Jumat (14/04) mendatang ini peserta diberikan edukasi mengenai Manajemen Data dan Informasi dalam Penanganan Pengungsi, Pengenalan Pendataan Pengungsi Berbasis Teknologi Android (Sisfo), Teknik Penggunaan Administrator, Teknik Penginputan Data, Teknik Penggunaan Teknologi Android (Sisfo), dan Praktik Pendataan Pengungsi, serta Simulasi Penginputan Data dengan Contoh Kasus.

“Masing-masing administrator BPBD di daerah nanti dapat mengakses di http://datapengungsi.bnpb.go.id untuk melakukan pendataan,” ujar Romi salah satu pemateri saat memberikan materi Sistem Informasi Pengungsi.

Hingga berita ini ditulis kegiatan ini masih berlangsung. Utusan dari Pemerintah Kota Bengkulu terdiri dari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Hakimin, Kasi Kedaruratan Lista Fefrylia, Kasi Logistik Evi Heryati, Kasi Kesiapsiagaan Riswandi.

Dan OPD terkait, Plt Kadis Kominfo dan Persandian Eka Suniarti, Kasi Kehumasan dan Layanan Informasi Publik Kominfo Nugroho Tri Putra, Kasi Bencana Sosial Dinas Sosial Saiful Kodri, serta Babinsa Sertu Suparman, Koordinator Satgas Pengurangan Resiko Bencana Lopi Adroni, dan perwakilan dari Kelurahan Teluk Sepang Cucu Permana, Serta Kecamatan Kampung Melayu Wagiran. (**)