BENGKULU, PB – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mengapresiasi pertumbuhan total aset perbankan di Bengkulu. Pasalnya, pertumbuhan aset perbankan di Bengkulu berada di atas angka rata-rata pertumbuhan nasional.

“Secara Year on Year (tahunan, red), pertumbuhan aset perbankan di Bengkulu berada di atas 15 persen dari tahun sebelumnya (2016). Angka ini lebih tinggi dibanding nasional yang tumbuh sebesar 12 persen,” kata Kabag Pengawasan OJK Provinsi Bengkulu, Asnawati.

Namun demikian, sambungnya, rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan di Bengkulu masih cukup tinggi. Ini menjadi tantangan bank perkreditan kedepannya agar berkomitmen menurunkan hal tersebut.

Dia menilai, ada beberapa kendala yang dialami bank perkreditan di Bengkulu. Diantaranya, kurangnya modal, minimnya kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan susahnya perbankan dalam menerapkan good corporate.

Tak sampai disitu, daya saing saat ini juga semakin ketat. Misalnya, jamak bank umum juga ikut bermain di sektor mikro. Apalagi, saat ini marak muncuk Lembaga Keuangan Mikro yang siap bersaing dengan bank pembiayaan.

“Saat ini juga ada beberapa sistem pembiayaan online, mungkin belum begitu masif di Bengkulu. Tapi ini akan jadi kompetitor bagi perbankan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, per Mei 2017, OJK sendiri mencatat mengawasi 137 kantor Industri Jasa Keuangan di Bengkulu. Selain memberikan izin pendirian, OJK juga diamanatkan untuk memberikan perlindungan konsumen. [IC]