KAUR, PB – Tim Saber Pungli Provinsi Bengkulu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum pejabat Kepala Seksi (Kasi) di Kantor BKD dan PSDM Pemkab Kaur berinisial Bu. Selain itu, korban bidan PTT, SS (30) juga sedang menjalani pemeriksaan. Dalam OTT tersebut, juga diamankan barang bukti uang Rp 15 juta.

Informasinya, OTT ini terkait pungutan liar (pungli) SK CPNS Bidan dan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Kaur. Tim OTT dipimpin Kanit Opsnal Jatanras, Johan Andika.

Hingga malam ini, tim tersebut sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan korban.
Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu, AKBP Max Mariner, belum bersedia memberikan keterangan.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung juga belum mau memberikan keterangan. Namun informasi yang beredar, ekspose akan dilakukan siang ini.

Namun Kepala BKD dan PSDM Pemkab Kaur, Yusirwan, membenarkan ada penangkapan oknum PNS tersebut. Namun, ia mengaku tidak memerintahkan anak buahnya itu untuk meminta uang terhadap bidan dan dokter PTT.

“Saya juga baru tahu ada OTT. Tapi, saya tidak pernah memerintahkan lakukan pungli itu,” katanya.

Terkait penerimaan CPNS Bidan dan dokter PTT, pada 22 Maret 2017, Pemkab Kaur melalui Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Kaur mengumumkan 99 nama bidan dan dokter PTT yang lulus seleksi CPNS di Kementerian Kesehatan RI pada 22 Maret 2017 lalu. Mereka terdiri dari 95 orang bidan PTT dan 4 orang dokter PTT. Hingga saat ini masih ada 33 orang yang belum menerima SK.

Saat proses pengumuman ini, sempat menjadi gejolak karena terjadi penundaan jadwal yang harusnya diumumkan 20 Maret 2017. Kemudian, pada Selasa 16 Mei 2017, 40 bidan dan 4 dokter PTT di Kabupaten Kaur menerima Surat Keputusan (SK) CPNS terlebih dahulu. [DM/**]