BENGKULU, PB – Kamis (3/8/2017), M Azka Putra dalam gendongan ibunya dibawa ke Jakarta untuk mengobati kepalanya yang membesar ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Meski berasal dari keluarga kurang mampu, sang ibu tak merasa cemas. Pasalnya, ia berada dalam dampingan relawan Jemput Sakit Pulang Sehat InsyaAllah (JSPSI).

Dalam menghimpun dana, JSPSI bergerak secara gotongroyong. Walikota Bengkulu Helmi Hasan, TNI/Polri, para anggota dewan, camat, lurah, aktifis, pengusaha, akademisi, dan banyak komponen masyarakat lainnya, bahu membahu membantu warga miskin yang sakit melalui program ini.

Pada hari yang sama pukul 12.56 WIB, Walikota mengabarkan kepada seluruh relawan JSPSI melalui group WhatsApp adanya pesan dari Ketua RT 2 Kelurahan Kandang Limun, Susi, tentang warganya yang kurang mampu menderita kanker payudara.

“Saya ingat Bapak Walikota dalam acara halal bihalal Forum RT/RW mengatakan bila ada warga miskin sakit akan dijemput dan diantar berobat gratis. Tolong bantu warga saya pak,” demikian bunyi pesannya.

Sekira pukul 18.00 WIB, Asnawi Amri, relawan JSPSI lainnya melaporkan bahwa permintaan Ketua RT 2 Kelurahan Kandang Limun telah ditindaklanjuti.

“Yang sakit atas nama Rina Asriani, umur 25 tahun. Dalam dua hari ini akan kita bawa ke RSUD Kota Bengkulu untuk pengobatan lebih lanjut,” lapornya.

Sehari sebelumnya, relawan JSPSI juga mendampingi dua warga kurang mampu yang jatuh sakit.

Mereka adalah Novi, penderita kanker lidah yang tinggal di Jalan Jendral Sudirman 3 RT 2 Kelurahan Pintu Batu.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Mardiyanti dan Kepala Camat Teluk Segara Ichwan Nova bersama relawan lainnya langsung datang menjenguk Novi dan mengajaknya untuk berobat.

Novi menolak untuk berobat. Pasalnya, ia pernah berobat di Jakarta selama lima bulan namun berhenti karena kehabisan biaya. Meski Novi menolak ke rumah sakit, namun tim JSPSI tetap menerjukan relawannya dari tenaga kesehatan Puskesmas Pasar Ikan.

Kemudian yang lain warga atasnama Idisna Hartati, warga Kelurahan Kandang Mas. Ia mengidap kanker payudara. Ia dibawa oleh Wakil Ketua II DPRD Teuku Zulkarnain dan Kepala Dinas Kesehatan Kota ke RSUD Kota Bengkulu.

“Karena tidak ada biaya, sebetulnya ia hanya mau dirawat di rumah. Kondisinya sudah lemah sekali. Nggak mau makan. Jadi biar dirawat dulu di RSUD Kota Bengkulu dan kalau sudah kuat akan kita bawa ke Jakarta,” demikian Teuku.

Selain nama-nama di atas, banyak nama-nama lain yang terus terbantu melalui program JSPSI. Semakin banyak laporan warga miskin yang sakit masuk, relawan JSPSI terus berbondong-bondong memberikan pertolongan. [AR]