BENGKULU, PB – Entah kehidupan sosial macam apa yang dialami oleh orang-orang dipinggiran Kota Bengkulu, khususnya di stockpile milik PT. Jambi Resources.

Baca juga : Waspadai Potensi Konflik Sosial

Kamis (31/8/2017), sekira pukul 17.30 WIB, di stockpile milik PT. Jambi Resources Kelurahan Teluk Sepang telah terjadi pembunuhan.

Korbannya adalah Hotma Sitinjak (39), perempuan yang sehari-hari menjadi mandor di perusahaan yang sudah dua tahun berturut-turut mendapatkan rapor merah oleh Tim Proper Provinsi Bengkulu tersebut.

Hotma tercatat sebagai warga Teluk Sepang RT 7 RW 3 Kelurahan Teluk Sepang.

Pelaku adalah Ivansi. Usia 34 tahun. Ia merupakan karyawan PT. Jambi Resources. Laki-laki ini berasal dari Desa Ulak Bandung Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat.

Saksi peristiwa kejam ini adalah Ardiansyah (30), operator timbangan PT. Jambi Resources, warga Jalan Seruni 3 Nomor 74 RT 9 RW 2 Kelurahan Nusa Indah.

Saksi lainnya, Candra Sugianto (37), operator timbangan PT. Jambi Resources, warga Jalan Air putih Prumnas Betungan Asri RT 11 RW 5 Kelurahan Betungan.

Ikut menyaksikan Anggri Agusta Pratama (11), karyawan PT Jambi Resources, warga Kampung Bahari RT 18 Kecamatan Kampung Melayu.

Berdasarkan keterangan saksi Candra, sebelum terjadi pembunuhan, korban menegur pacar pelaku yang bekerja di stockpile PT. Jambi Resources sebagai tukang sortir. Tak menerima teguran itu, korban ditegur. Antara korban dan pelaku sempat terjadi ribut mulut.

“Karena kemunkinan masih ada rasa dendam dan tidak senang sehingga keributan kembali terjadi hanya karena masalah tivi yang sedang ditonton Hotma dimatikan oleh pelaku Ivansi,” katanya.

Karna sudah naik pitam dan merasa kesal kepada korban, pelaku mengambil parang dibelakang mess lalu membacok korban dibagian leger hingga tewas. Setelah dibacok, korban sempat meminta tolong kepada Aggri.

“Karena tidak berani menghadapi pelaku, Aggri meminta bantuan ke warga sekitar,” urainya.

Pelaku sementara melarikan diri dan dalam proses pencarian oleh pihak Polres Bengkulu. Setelah dilakukan visum terhadap korban di RS Bhayangkara, almarhumah kemudian dibawa ke rumah duka.

Pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor Vega RR hitam dengan nomor polisi BD 6121 CE. Nomor rangkanya MH35D9206EJ953356 dan nomor mesin 5D91953348. [DM]