BENGKULU, PB – Senator termuda Indonesia, Riri Damayanti John Latief, terus menekankan pentingnya peranan perempuan dalam ranah politik. Hal itu sebagaimana diungkapkan anggota Komite II DPD RI itu dalam forum yang melibatkan mayoritas ormas mahasiswi se Bengkulu, belum lama ini.

“Kita tidak bisa membiarkan persoalan 200 juta lebih rakyat Indonesia hanya kepada laki-laki saja. Tanggungjawab itu harus dipikul bersama, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Tanpa perempuan, kemajuan bangsa Indonesia ini bisa timpang,” kata Riri.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI (KPP RI) 2014-2019 ini menilai, meski memiliki tanggungjawab yang sama dengan laki-laki dalam membangun bangsanya, bukan berarti perempuan mengesampingkan kodratnya.

“Perempuan berkiprah di tengah-tengah bukan berarti melepaskan tanggungjawabnya dalam rumah tangga. Itu pemahaman yang keliru. Tapi lebih keliru lagi kalau perempuan hanya dikurung di dalam rumah, tanpa memiliki kiprah dan karya apa-apa. Bilamana semua dikelola dengan benar, saya yakin semua bisa dijalankan dengan baik,” ucapnya.

Buah hati Leni Haryati dan John Latief ini menambahkan, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 telah memberikan peluang yang sama baik kepada laki-laki maupun perempuan untuk terlibat dalam mengurus masalah bangsa ini.

“Tapi dalam dunia politik kita saat ini peran perempuan belum signifikan. Pilpres 2014 kemarin tidak ada satu pun calon perempuan. Begitu juga Pilgub Bengkulu 2015. Dalam Pilkada serentak 2017 kemarin, perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah hanya 7,25 persen,” ujar Riri.

Dengan kondisi tersebut, Riri mengimbau perempuan untuk terlibat secara aktif dalam politik dan diberikan ruang yang lebih luas untuk ikut serta terlibat dalam roda pembangunan.

“Perempuan jangan menganggap politik itu sebagai beban. Saya sendiri baru lulus kuliah langsung mendaftar ke KPU disaat ada yang cari kerja, atau ada yang masih bermain, saya harus keliling mengkampanyekan program-program saya,” jelasnya.

“Saya harus menemui orang-orang untuk mendengar masukan mereka agar bisa saya perjuangkan. Saya menemui berbagaimacam orang. Tapi toh semua itu bisa saya jalankan dengan baik dan saya bersyukur bisa dipercaya dan berkiprah untuk provinsi yang saya cintai,” tutup Riri. [AR]