BENGKULU, PB – Puluhan massa yang tergabung dalam Wahana Muda Islam (WMI) Provinsi Bengkulu menggelar aksi solidaritas atas pembantaian terhadap umat muslim Rohingya di wilayah Rakhine, Myanmar.

Aksi ini dimulai sekira pukul 09.30 WIB, Selasa (05/09/2017). Massa berkumpul di Masjid Jamik, Soeprapto dan menggelar longmarc berjalan kaki ke Simpang Lima.

Dalam orasinya, massa mengutuk apa yang terjadi terhadap muslim Rohingya di Myanmar merupakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat.

“Wajah tentara laknatullah telah menunjukkan arogansinya dengan melakukan genosida penyerangan, pembantaian, pembakaran dan pengusiran saudara kita muslim rohingya di Myanmar apapun alasannya tidak bisa membenarkan tindakan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara Myanmar,”kata Koordinator Aksi (Korlap), Agus Aswandi dalam orasinya.

Karena itu, massa mengeluarkan pernyataan sikap atas apa yang terjadi di Rohingya. Pertama, Meminta pemerintah Indonesia memutuskan hubungan Bilateral dan Multilateral dengan pemerintah Myanmar. Kedua, Meminta pemerintah Indonesia menjalankan Pembukaan UUD 1945 “Alinia ke 1”.

Kemudian, ketiga, Meminta pemerintah Indonesia peduli dengan pengungsi Rohingya. Keempat, Cabut nobel perdamaian Aung San Suu Kyi karena tidak mampu memberikan suasana kedamaian di Myanmar. Dan kelima, Menolak dengan keras Myanmar Mengikuti ASEAN GAMES di Indonesia pada tahun 2018 mendatang.

Selain berorasi, massa juga melakukan aksi penggalangan dana di sekitaran lampu merah di simpang lima dana yang sudah terkumpul berjumlah Rp. 6140.300,00.

Aksi peduli Rohingya ini juga akan terus berlanjut hingga hari Jumat, (08/09/2017). Massa akan terus melakukan penggalangan dana untuk muslim rohingya.

“Bagi yang ingin berdonasi bisa disalurkan ke rekening MANDIRI atas nama Yayasan Wahana Muda Indonesia Baru No Rek: 123-0007-360276,” jelas Agus.

“Besok juga perwakilan dari kita akan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dalam aksi nasional peduli Rohingya di Jakarta,” tandasnya. [AM]