BENGKULU, PB – Walikota Helmi Hasan turut prihatin atas musibah banjir yang dialami beberapa warga Kota Bengkulu.

Musibah banjir yang terjadi dibeberapa titik wilayah Kota Bengkulu seperti di lingkar barat, Pagar Dewa, Bumi Ayu, Betungan, Teluk Sepang, dan Tanjung Agung sejak Rabu langsung direspon oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Sejak Rabu (20/09/2017), saya sudah instruksikan agar OPD terkait langsung turun ke lapangan dan menolong warga yang mengalami banjir akibat hujan deras,” terang Walikota Helmi Hasan, Kamis (21/09/2017).

Dikatakannya, respon cepat yang dilakukan oleh OPD Pemkot seperti BPBD, Dinkes, Dinas Sosial, Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) yang menolong warga sebagai langkah antisipatif dan koordinatif yang dilakukan sangat tepat.

“BPBD menurunkan 1 unit perahu karet untuk mengevakuasi warga bersama Dinas Sosial, begitu juga dengan Dinas Kesehatan yang siaga 24 jam menyiapkan obat-obatan yang diperlukan warga melalui puskesmas-puskesmas di wilayah titik banjir, serta mulai membuka dapur umum di antaranya di Teluk Sepang,” papar Helmi Hasan.

Selain itu, lanjutnya, petugas PBK juga terlihat aktif membantu mengevakuasi warga seperti yang terlihat di perumahan Bumi Ayu Residence.

“Meskipun curah hujan relatif berkurang pada kamis ini, saya tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pesannya.

Untuk aparatur kewilayahan seperti camat dan lurah beserta perangkatnya juga diwajibkan untuk senantiasa memantau keadaan di wilayah masing-masing serta melaporkan secara periodik.

Dan untuk mengantisipasi jika terjadinya banjir susulan dan dibutuhkannya respon cepat dari OPD terkait untuk menindaklanjuti permintaan warga, maka Kepala OPD diminta siaga 24 jam dan sesegera mungkin mengambil langkah penanganan.

Dari data yang berhasil dihimpun hingga Kamis (21/09/2017) dini hari, sejumlah OPD telah bekerja 24 jam untuk memberikan layanan terbaik kepada korban musibah banjir.

“Kita sudah berbuat sesuai dengan tupoksi. Hari rabu lalu, kita sudah mendistribusikan sembako beras 180 kilogram, kemudian selimut 50 lembar dan terpal 50 lembar di titik wilayah banjir bumi ayu. Dan beras 90 kilogram, selimut 30 lembar, terpal 40 lembar di titik banjir Pagar Dewa di antara lokasinya di belakang rumah dinas Danlanal,” terang Kadis Sosial Kota Bengkulu, Syahrul Tamzie.

Sementara itu, Dinas Sosial bersama OPD terkait seperti BPBD, Dinkes, PMI, termasuk tagana sudah membuat dapur umum yang berlokasi di Kampung Bahari.

“Kamis kita sudah mendistribusikan beras 300 kilogram ke titik-titik lokasi banjir Kota Bengkulu seperti di Teluk Sepang, Kampung Bahari, Sukamerindu RT 8 dan RT 9, Perumahan Korpri, serta ke beberapa wilayah banjir lainnya,” terang Syahrul.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala BPBD Selupati, sejak Rabu hingga Kamis dini hari tadi, tim BPBD masih standby bersama OPD terkait di dapur umum yang berlokasi di Kampung Bahari.

“Sejak Rabu, kita sudah menurunkan satu unit perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terkena banjir seperti di perumahan Bumi Ayu Residence. Kamis dini hari tadi kita juga masih berjaga-jaga dan berkumpul di beberapa titik lokasi banjir untuk memantau kondisi warga,” ujar Selupati.

Disisi lain, Kadis Kesehatan Susilawaty, ketika dihubungi terkait kesiapan tim dinas kesehatan dalam melayani korban banjir yang berpotensi terkena penyakit mengatakan, Dinkes sudah membuka posko di antaranya di Kampung Bahari, Tanjung Agung, dan dibeberapa titik yang masih mengalami banjir.

“Selain posko itu, kita juga menyiapkan puskesmas keliling (Pusling) mobile yang bergerak ke rumah penduduk yang terkena banjir dan juga tempat pengungsian sementara untuk memberikan pengobatan, karena pasca banjir yang terjadi Rabu, warga berpotensi terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Leptospirosis. Petugas kesehatan kita siaga 24 jam di lokasi-lokasi banjir melalui puskesmas dan puskesmas pembantu (Pustu),” terang Susilawaty.

Diterangkan Susilawaty, Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis, yaitu anjing, tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi.
Sementara itu, meskipun banjir sudah mulai surut, Walikota Bengkulu Helmi Hasan terus mengingatkan dan memerintahkan OPD serta aparatur Pemkot untuk tetap tanggap dan mengambil langkah-langkah penanganan pasca banjir. [Rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu]

Berikut nomor HP Kepala OPD terkait:

Kepala BPBD Selupati 081373735530

Kadis PU, Syafriandi 082282776777

Kadis Sosial, Syahrul 081271816852

Kepala PBK, Saipul Apandi 085268694338

Kepala Dinas Kesehatan, Susilawaty 082175601467.