BENGKULU SELATAN, PB – Diberbagai kesempatan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi mengklaim bahwa program penanaman jagung yang diprakarsainya merupakan kerjasama antara Koperasi Duta Tani, Witjaksono Grup dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

Terkait dengan sistem kerjasama dengan PBNU, Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Bengkulu Selatan Nur Ali mengaku tidak ada instruksi baik lisan maupun tertulis dari PBNU sehubungan dengan program penanaman jagung.

Padahal, menurut Nur Ali, jika kerjasama tersebut merupakan kebijakan organisasi, biasanya kebijakan tersebut disertai dengan surat pemberitahuan, rekomendasi, surat edaran ataupun surat keputusan yang ditembuskan ke pengurus cabang.

“Saya selaku Ketua PCNU Kabupaten Bengkulu Selatan tidak tahu kalau ada program jagung ini. Pak Wakil Bupati pun belum ada komunikasi ataupun ketemu dengan beliau juga belum pernah. Bentuk kerjasamanya seperti apa, saya juga tidak tahu,” jelas Nur Ali.

Jangankan PCNU Bengkulu Selatan, lanjut Nur Ali, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Bengkulu saja belum tahu akan kerjasama tersebut.

“Biasanya kalau ada pemberitahuan pasti lewat Pengurus Wilayah. Sampai sekarang ini belum ada informasi. Jadi kami juga bertanya-tanya, apakah ini kerjasama organisasi secara resmi atau tidak. Malah ada kemungkinan, mereka ngajak PBNU ini hanya untuk mendekati Menteri Pertanian saja yang dekat dengan NU,” jelas Nur Ali saat dihubungi pedomanbengkulu.com, Rabu (13/9/17).

Dirinya juga belum mendapat informasi apakah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj akan datang ke Bengkulu Selatan atau tidak.

“Kami hanya menunggu informasi saja dari willayah. Beberapa hari yang lalu juga ada pihak dari Polres BS yang bertanya tentang kehadiran Ketua PBNU dan kerjasama jagung ini, saya jawab sama. Kami belum tahu,” demikian Nur Ali yang juga Kepala MA Makrifatul Ilmi yang juga Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bengkulu Selatan ini. (Apd)