Published On: Rab, Sep 13th, 2017

Pemuda Bengkulu Bersatu Geruduk Dewan, Angkat Soal Tukul hingga Dukungan KPK RI

BENGKULU, PB – Rabu (13/9/2017), Aliansi Pemuda Bengkulu Bersatu menggelar aksi demonstrasi. Sasaran aksi mereka adalah Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Mereka berkumpul dari Masjid Baitul Izzah yang ada di seberang Gedung DPRD Provinsi Bengkulu tersebut.

Muhammad Yudha Iasa Ferrlandi bertindak selaku Koordinator Lapangan (Korlap). Pemuda yang berasal dari Muaro Bungo Jambi ini merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu.

Dalam aksinya, massa medesak Pemerintah RI untuk mengirimkan surat resmi yang ditujukan kepada PBB untuk segera mengambil tindakan dengan cara bantuan logistik dan keamanan ke negara-negara yang terkena konflik genosida (pembantaian/kekerasan manusia).

“Kami mengecam tindakan genosida yang tejadi di Myanmar, Palestina, dan Suriah,” kata Korlap Aksi, Yudha.

Mereka juga meminta rakyat Indonesia agar tidak terprovokasi dengan kekerasan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

“Kami mendesak Pemerintah Indonesia menyampaikan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirimkan pasukan perdamaian PBB,” ujarnya.

Mereka juga menolak semua upaya pelemahan pemberantasan korupsi meliputi dan tidak terbatas pada Hak Angket dan Revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) RI, namun juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengambil sikap yang tegas dalam melawan upaya pelemahan pemberantasan korupsi tersebut. Mereka juga berharap agar KPK didukung seluruh elemen agar bisa memberantas korupsi.

Disamping itu, mereka juga menagih janji pemerintah Presiden Joko Widodo untuk segera mengusut kembali dan menyelesaikan kasus HAM terkhusus untuk kasus kesengajaan dengan penghilangan nyawa seseorang dan orang hilang seperti Munir, Widji Tukul dan para aktifis 1998. Termasuk janji kampanye Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus pelanggaran Freeport Indonesia.

Untuk eksekutif dan legislatif di Provinsi Bengkulu, mereka minta agar membuat website khusus yang menampilkan penggunaan mata anggaran daerah ini.

“Kita butuh transparansi APBD serta pengalokasian anggaran dana APBD yang tepat sasaran,” kata dia.

Selanjutnya, massa aksi mendesak pemerintah untuk fokus terhadap pencegahan kekerasan seksual di lingkungan masyarakat.

Aliansi Pemuda Bengkulu Bersatu merupakan gabungan elemen yang terdiri dari sejumlah Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa dan Aliansi yang ada di Kota Bengkulu.

Diantaranya adalah HMI, KAMMI, PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, LMND, IMM, BEM UNIB, BEM IAIN, BEM Nusantara, BEM UNIHAZ, BEM Poltekes Kemenkes, BEM Stikes Dehasen, BEM Sapta Bhakti, BEM UMB, BEM TMS, PMVBI, WALHI, IPNU, PPNU, IPM, JPMI, DPM Kampus, KMPI, Element Pemuda dan Jack Mania Bengkulu.

Setelah menggelar orasi, perwakilan Aliansi Pemuda Bengkulu Bersatu diterima oleh pihak DPRD Provinsi Bengkulu diantaranya Edi Sunandar dari Fraksi NasDem dan Slamet dari Fraksi PAN.

“Seluruh tuntutan massa akan kita tindaklanjuti. Apa yang jadi sorotan adik-adik mahasiswa juga sejalan dengan pemikiran dewan selama ini,” kata Edi Sunandar. [DM/CHO]

384 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

iklan khusus