BENGKULU, PB – Membengkaknya Silpa Pemerintah Provinsi Bengkulu diakui oleh Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Namun, menurutnya ada kesalahan pemahaman akan besarnya sisa anggara tersebut.

“Gara-gara kesalahan persepsi soal silpa, saya selalu ditodong proposal dari kabupaten. Mereka minta agar anggaran tersebut dialihkan ke kabupaten,” jelas Rohidin, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini menerangkan Silpa sebenarnya sudah dihitung oleh Tim Penyusun Anggaran Daerah. Artinya silpa tersebut sudah menjadi program dan bukanlah uang dingin.

“Paling dari Rp 380 miliar silpa itu, cuma Rp 80 miliar yang uang beneran. Rp 300 miliarnya sudah dihitung, inilah kehebatan TPAD,” ungkapnya.

Sialnya, sambung Rohidin, beberapa daerah menganggap Rp 380 miliar itu bisa dihibahkan ke kabupaten.

“Sekarang mereka (pemkab, red) berlomba-lomba masukkan proposal. Daripada diam lebih baik dihibahkan. Usulan dari kabupaten ada yang Rp 80 miliar, ada yang Rp 100 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan sisa anggaran tersebut masih bisa terpakai di APBD-P tahun ini. Beberapa proyek yang sempat tersendat tetap akan dilanjutkan pada anggaran perubahan tersebut.

“Saat ini, kita fokus pada perencanaan. Agar di 2018 nanti, semua dokumen perencanaan itu bisa selesai,” kata dia.

Menurutnya beberapa program yang saat ini belum berjalan belumlah gagal namun hanya tertunda. Ini karena ada beberapa program yang tersendat payung hukumnya (perda).

“Maka saya katakan, geser aja di perubahan ini. Supaya tetap bisa terealisasi,” kata dia. [CHO]