AYAM Geprek merupakan makanan asli dari Yogyakarta. Ayam ini diolah dengan cara digoreng lalu ditumbuk sehingga dagingnya tercerai berai. Kemudian ditambahkan sambal sesuai selera.

Yang istimewa dari Ayam Geprek adalah menggunakan ayam tepung sebagai sajian utamanya. Bagi Anda yang pernah mengunjungi Kota Yogyakarta, pastinya tidak asing lagi kuliner yang satu ini.

Dan bagi warga Kota Bengkulu pun tidak perlu jauh-jauh datang ke Yogyakarta untuk menikmati ayam geprek. Cukup datang ke kawasan Jalan Bali, Jalan Meranti Raya dan Jalan WR Supratman disini akan kita jumpai tempat makan yang menyediakan Ayam Geprek.

Disitu akan terlihat jelas papan nama yang bertuliskan “Ayam Geprek Curup”. Lokasinya yang tepat dipinggir jalan, memudahkan pengunjung untuk mampir kesana.

Saat menyambangi rumah makan Ayam Geprek Curup, terlihat persis seperti di Warteg. Yang membedakannya adalah penyajian makanannya. Ayam Geprek penyajiannya dilakukan dengan cara diolah langsung bukan siap saji. Selain itu di sini kita bisa menentukan rasa dan pedas sesuai selera.

Saat menyantap Ayam Geprek Curup, Anda akan merasakan kriuknya daging ayam yang ditumbuk, dan kelezatan sayuran, lalapan, tempe serta sambal yang memiliki sensasi pedas yang menendang di lidah.

Untuk menu favorit yang paling banyak dipesan oleh pengunjung Ayam Geprek Curup yakni paket Fried Chiken Level 1 dengan cabe rawit 5-10.

Dikatakan Om Pajrul, sang Owner, soal harga tidak perlu khawatir karena terbilang sangat ramah di dompet yaitu hanya Rp 10.000 saja.

Dengan mengusung semboyan ‘Selera Pedas Tanpa Batas’, Ayam Geprek Curup juga menyajikan minuman segar pelepas dahaga Diantaranya jus mangga, jus pokat, jus tomat, jus jeruk, es jeruk, es teh, jeruk panas, kopi hitam, kopi susu, lemon tea, cappucino, pop ice dan es kosong.

Untuk jam operasional Ayam Geprek Curup buka dari pukul 09.00 WIB – 22.00. WIB

Berani coba? Yuk, langsung saja datang ke gerainya yang ada di kawasan Jalan Bali, Jalan Meranti Raya dan Jalan WR Supratman.

“Ayam geprek kami memang super pedas, tetapi gak bikin perut panas,” kata Om Pajrul, Jum’at (13/10/2017). [Nurhas]