BENGKULU SELATAN, PB – Maraknya sapi yang mati karena terjangkit jembrana akhir-akhir ini membuat Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan mengimbau kepada masyarakat agar proaktif.

Diantaranya dengan memeriksakan sapi dan memberikan vaksin. Selain itu juga disarankan agar bangkai sapi yang mati agar dikubur atau dibakar. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penularan. Karena penyakit jembrana ini bisa menular melalui perantara lalat.

“Terkahir ini belasan sapi mati di Kecamatan Bungamas. Dari tanda-tanda yang ada ini terjangkit jembrana. Kamii dari Bidang Peternakan telah turun ke desa-desa dalam Kecamatan Bungamas, termasuk petugas penyuluh peternakan beserta dokter hewan. Saran kami, masyarakar melakukan pengobatan dan pemberian vaksin secara massal dengan dikumpulkan di satu titik di setiap desa. Tapi baru satu desa yang ada tanggapan yakni Desa Gunung Kayo,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Haroni kepada pedomanbengkulu.com, Rabu (11/10/17).

Bagi desa-desa lainnya, yang ingin mengobati dan mendapatkan vaksin ternaknya agar bisa berkoordinasi dengan Kepala untuk dilakukan secara kolektif dan massal.

Namun meski belum secara massal, menurut Haroni, sudah ada beberapa warga yang melakukan vaksin dan pengobatan secara individu.

“Saat ini stok vaksin yang ada di Dinas cukup untuk 500 ekor sapi. Harapan kami, masyarakat bertindak proaktif dengan menghubungi petugas kami. Karena, perlu diingat bahwa penyakit jembrana ini menular. Sejak Maret hingga Oktober ini saja sudah ada 50 sampai 100 ekor sapi yang mati karena jembrana,” demikian Haroni. [Apd]