BENGKULU, PB – Tumpukan tanah galian dan material sisa proyek pembangunan pembuatan drainase tertutup di jalan Indragiri Kelurahan Padang Harapan Kecamatan Gading Cempaka Bengkulu membuat resah masyarakat dan pengendara di kawasan perkantoran dan Pendidikan tersebut.

Selain memakan ruas badan jalan, tumpukan tanah galian, material sisa proyek dan material galian c yang akan digunakan untuk pembuat drainase tertutup ini sangat membahayakan pengendara terlebih pada malam hari.

“Sudah sebulan lebih pak kondisi ini terjadi. Jika siang menyebabkan debu. Jika hujan jalanan ini menjadi becek pak dan licin. Khawatirnya jika malam hari pak, pengendara sering tak sengaja melindas tumpukan tanah hingga menyebabkan kendaraannya out control dak tak jarang terjatuh, ” ujar Mislani (32) Warga pelintas jalan, Selasa (31/10).

Dikatakan Mislani, tumpukan tanah galian itu terhampar sepanjang 500 meter dan telah memakan badan jalan 1,5 meter.

“Jalan menjadi sempit. Mobil dan motor susah lewat sehingga macet. Kami harap pemerintah bisa menegur kontraktornya pak. Jangan sampai sudah ada korban jiwa baru ditindaklanjuti,” ujar Mislani.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, tak satulun pekerja yang melakukan pekerja tanpa papan identitas proyek yang berada di lokasi mau di

“Kami dak tau pak. Tanya aja kepada kontraktornya, ” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam pasal 274 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan dalam ayat 1 setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Kemudian di ayat kedua, menyebutkan ketentuan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berlaku pula bagi setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2. (ifan)