JAKARTA, PB – Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, resmi menjadi kabupaten pertama dan penanda secara resmi dimulainya program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) di tahun 2017 ini.

Program yang merupakan “turunan” dari semangat dan nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental ini adalah hasil kerja sama lintas sektoral antara Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidupa, dan sebagainya. GBBS lahir seiring dengan ditetapkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang bertujuan menarik banyak wisatawan.

Agar menjadi destinasi wisata yang disukai wisatawan, masyarakat di sekitar KSPN diharapkan dapat mulai membudayakan kebersihan dan keramahan khas Indonesia yaitu tersenyum.

Menandai dimulainya GBBS Tahun 2017, Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari, hadir di Kab Tapanuli Utara untuk memberikan edukasi dan mengajak aksi bersama dalam pencanangan ‘Gerakan Tapanuli Utara Bersih” dalam rangka GBBS.

Seluruh kegiatan GBBS ini berpusat di Kec Muara, Kab Tapanuli Utara yang merupakan lokasi berhadapan langsung dengan Danau Toba. Adapun acara edukasi yang dihadiri oleh para siswa SMP dari delapan sekolah yang ada berlangsung di Hotel Sentosa, sedangkan aksi bersama bertempat di lapangan dermaga Muara.

“Dari sekian banyak kabupaten di seluruh tanah air Tapanuli Utara terpilih menjadi yang pertama di Tahun 2017 ini dimulainya Gerakan Budaya Bersih dan Senyum. Suatu hal yang patut dibanggakan dan semoga dapat menjadi pelopor bagi daerah lain di sekitar Danau Toba ini,” ungkap Pamuji mengawali paparannya tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental beserta nilai-nilainya.

“Kami sengaja mengundang anak-anak siswa sekolah dengan harapan mereka dapat menjadi agen-agen perubahan di lingkungan sekolahnya, kepada sesama temannya, bahkan keluarganya. Kami berharap anak-anak ini menjadi generasi baru Tapanuli Utara yang berbudi luhur, melestarikan keramahan asli Indonesia dengan banyak senyum, dan unggul di tengah masyarakat. Menjaga kebersihan itu mudah, yang penting ada kemauan. Begitu juga dengan membiasakan diri untuk senyum,” kata Pamuji lagi kepada para siswa sekolah GBBS.

Menurut Pamuji, nyatanya sudah sehati dengan program Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, yang tengah gencar menggerakkan masyarakatnya dengan gerakan 3S (Senyum, Sapa, Salam). Dapat dilihat saat kegiatan berlangsung, Masyarakat Tapanuli Utara sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan ini.

“Masyarakat Tanah Batak memang susah senyum, tapi dengan 3S semoga masyarakat dapat mengubah perilakunya. Mau senyum dan jaga kebersihan diri serta lingkungan. Kalau mau senyum, teman bertambah akan tambah, saudara juga,” kata Bupati Tapanuli Utara.

GBBS dan 3S ini, ditegaskan oleh Bupati, diimbau agar segera dimasukkan dalam muatan lokal proses belajar mengajar di sekolah mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Gerakan Jumat Bersih yang sudah ada pun, dimintanya untuk tetap dijalankan dengan penuh semangat.

“Semoga Kab Tapanuli Utara ini dapat menjadi gerbang wisata dunia tetapi dari sekarang kita sudah harus mulai mengubah perilaku dan kebiasaan kita. Bila perlu dapat menjadi contoh untuk masyarakat di kabupaten lain di sekitar danau toba, agar wisatawan senang datang ke sini,” katanya lagi.

Usai acara edukasi, para siswa dan Masyarakat Tapanuli Utara berkumpul di lapangan Dermaga Muara untuk mengikuti kegiatan aksi bersih-bersih. Acara juga diisi dengan gelar Tari Manortor oleh seribuan pelajar, aksi tanam pohon, dan sebagainya. Menurut informasinya, kegiatan GBBS serupa akan digelar kembali di empat kabupaten lainnya yaitu Sabang, NAD; Merauke, Papua; Mandalika, NTB; dan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.(anr/ram)