BENGKULU, PB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu melansir virus HIV tidak hanya menyasar kalangan yang beresiko. Bahkan, virus ini sudah menyerang kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang sebenarnya sangat aman dari virus penyebab penyakit AIDS tersebut.

“Penyebaran virus ini bahkan tertinggi di kalangan IRT, padahal dia setia dengan pasangan yang sah,” jelas Kepala Dinkes Susilawaty, kepada Pedoman Bengkulu, belum lama ini.

Menurut Susi, hal tersebut kemungkinan terjadi lantaran suami IRT tersebut merupakan populasi mobile yang sering bergonta-ganti pasangan. Selain itu, suaminya tersebut tidak pernah melakukan pemeriksaan.

“Karena tidak tahu ada HIV apa tidak, jadi virus tersebut tertular ke istri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, virus HIV ini memang hidup di dalam darah, sperma dan ASI ibu yang terinfeksi. Artinya, penularan bisa melalui ketiga faktor tersebut.

“Tapi tidak bisa melalui perantara seperti melalui gigitan nyamuk, harus cukup dan (virus) dalam keadaan hidup,” jelasnya.

Ia tambahkan, virus juga tak bisa menular lewat makanan.

“Sering ada berita hoax yang menyampaikan bila makanan bisa menularkan virus ini. Ini tidak benar, karena tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus HIV di Kota Bengkulu merupakan yang tertinggi di provinsi ini. Secara kumulatif dari tahun 2001, jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut di kota ini mencapai 500-an orang.

“Secara kumulatif se-provinsi jumlah kasus lebih kurang 900-an. Artinya memang kota Bengkulu tertinggi,” kata dia. [CHO]