JAKARTA, PB – Keluarga sering diartikan sebagai kelompok terkecil dari sebuah negara. Layaknya sebuah negara, maka keluarga ini dituntut untuk memiliki ketahanan pondasi yang kuat agar kemudian bisa menjadi keluarga yang berkarakter.

“Membangun keluarga yang berkarakter adalah tanggung jawab bersama-sama,” ucap Deputi bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Sujatmiko.

Sujatmiko dalam hal ini juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah menjadi negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) peringkat ke-8 dunia. Dilihat dari daya belinya, tahun 2030 Indonesia dapat menduduki peringkat kelima. “Saat ini Presiden RI sedang gencar-gencarnya membangun Infrastruktur. Namun pembangunan ini tidak cukup jika tidak disertakan pembangunan karakter masyarakatnya,” kata Sujatmiko.

Ini artinya, untuk membuat mewujudkan kemajuan bangsa kita harus memulai dari pendidikan karakter dan karakter tersebut penting untuk dibangun dilingkungan keluarga. “kita harus bisa menciptakan keluaga-keluarga yang berkarakter,” tutur Sujatmiko di Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Pembanguan (Kemenko PMK).

Bagi Sujatmiko yang saat ini mengawal isu perlindungan perempuan dan anak menilai, membangun keluarga yang berkarakter itu memerlukan sebuah cara jitu dan efektif. Salah satunya adalah melalui metoder mindful parenting. “Mindful parenting artinya melatih kesadaran orang tua dalam mengasuh anak-anaknya. Cara tersebut mengacu pada konsep kesadaran orang tua, pikiran, ucapan dan perilaku yang kurang pantas,” Sujatmiko Menjelaskan.

Selain itu Sujatmiko mengatakan bahwa revolusi mental melalui fungsi keluarga itu harus dipahami bahwa keluarga bersama-sama melakukan perubahan kesadaran, cara berpikir dan bertindak atau merubah kebiasaan ke arah yang lebih positif.

“Ukuran keberhasilan suatu negara itu tidak perlu jauh-jauh kita mengukurnya. Semua bisa kita ukur dalam kehidupan keluarga kita,” kata Sujatmiko. Sujatmiko menambahkan, “ jika karakter keluarga bagus, maka dipastikan anak-anak Indonesia menjadi pilar dalammewujudkan peradaban bangsa yang berwibawa, maju, sejahtera dan berkarakter,” tutup Sujatmiko. [***]