JAKARTA, PB – Untuk mengetahui pandangan para pengajar terkait program revolusi mental agar mereka lebih kompeten dan professional serta bagaimana memplementasikan GNRM untuk Penguatan Pendidikan Karakter, Kemenko PMK, Jumat (29/9/2017), menyelenggarakan FGD Revmen Pada Guru.

Seperti dikutip dari situs Kemenko PMK, Asdep PAUD, Dikdas dan Dikmas Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri yang menjadi moderator dalam Focus Group Discussion (FGD) Revolusi Mental (Revmen) Pada Guru mengungkapkan harapan masyarakat kepada guru dimana guru dituntut sebagai agen perubahan juga sebagai ujung tombak keberhasilan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Maju atau mundurnya dunia pendidikan juga ditentukan oleh guru.

Pun halnya pendidikan yang akan maju jika gurunya kompeten dan professional. Karena itu menurut Femmy, FGD kali ini dirasa penting. Apalagi FGD kali ini juga dimaksudkan untuk penyusunan buku Revolusi Mental bagi guru.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono dalam pembukaannya mengatakan pentingnya para guru mengutamakan integritas dalam menjalankan profesinya.

Agus menilai apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani juga masih relevan diterapkan pada saat ini. Agus berpesan kepada semua peserta agar mau menjadi guru bagi keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga pekerjaan.

Adapun narasumber dalam FGD kali ini, Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi menyampaikan paparan bahwa setiap anak adalah bintang.
“Anak adalah masterpiece, Karya Agung dari Tuhannya,” kata Widadi.

Sedangkan anggota Kelompok Kerja Revolusi Mental Hamdi Muluk menyampaikan topik “Menguatkan Keteladanan Penyelenggara Negara dan Partisipasi Masyarakat.”

Hamdi menegaskan bangsa Indonesia harus bekerja keras agar perubahan yang diidamkan dalam program revolusi mental tercapai. Ia mencontohkan “Semaul Undong” atau Gerakan Desa Membangun di Korea Selatan patut diadopsi Indonesia.

Korea dahulu, menurutnya identik dengan problematika Indonesia hari ini. Melalui kerja keras dan komitmen menjalankan Semaul Undong kini Korea Selatan mampu meninggalkan Jepang dalam bidang industri elektronika. [anr/ram]