JAKARTA, PB – Keberadaan konflik sosial dianggap sebagai salah satu isu yang harus segera diatasi. Pemerintah dirasa perlu mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun perdamaian khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan konflik.

Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Masmun Yan Manggesa, mengatakan bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun satu wilayah percontohan dari rencana kegiatan sinergi pembangunan perdamaian yang bersifat lintas kementerian/lembaga.

“Konflik sosial bisa diatasi jika semua seluruh wilayah mau dan mampu mensosialisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental,” Ucap Yan Manggesa dalam audiensi Bupati Kab Banggai, terkait rencana persiapan sinergi pembangunan perdamaian integratif di Kab Banggai.

Selain hal itu, Kabupaten yang mempunyai julukan Lumbung Beras ini juga mempunyai satu semboyan menarik yakni ‘momposaangu tan’ga mombolakon tanoyang’ yang artinya adalah mempersatukan tujuan dan membangun tanah Banggai.

Semboyan tersebut mempunyai keselarasan untuk mensukseskan program pemerintah terkait Gerakan Revolusi Mental yang inging membangun karater bangsa yang penuh dengan keterbukaan, damai hidup berdampingan sebagai bentuk kepatuhan terhadap NKRI.

Herwin Yatim yang dalam hal ini sebagai Pemkab Banggai menyampaikan laporan yang cukup baik bahwa Kabupaten Banggai telah secarakonkrit berupaya untuk menangani konflik yang terjadi di masyarakat, seperti responsif terhadap aspirasi masyarakat, penyelesaian persuasif secara tuntas, komitmen yang kuat untuk solusi penyelesaian, dan surat edaran larangan penutupan akses jalan raya oleh masyarakat.

“Kami sering kali melakukan program-program aksi daerah demi mencegah konflik, seperti melakukan ikrar kebangsaan pasca PILKADA, rekonsiliasi elemen masyarakat dalam program 100 hari pertama bupati dan wakil bupati, dialog, silaturahmi, mengadakan silaturahmi dan sosialisasi visi-misi bupati dan wakil bupati melalui kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, hingga dialog kebangsaan,” jelas Herwin.

Merespon hal tersebut, Yan Manggesa memberikan apresisi yang cukup tinggi kepada Pemkab Banggai dari apa yang telah dilakukan, “apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Banggai sudah sangat baik, dan harusnya menjadi contoh terhadap wilayah-wilayah lain untuk menggerakkan masyarakat dalam sosialisasi GRNM,” tutur Kemenko PMK itu.

Perlu diketahui, bahwa Kab Banggai akan dijadikan satu wilayah percontohan dari rencana kegiatan sinergi pembangunan perdamaian integratif yang bersifat lintas kementerian/lembaga. Kegiatan tersebut awalnya diinisiasi oleh pihak masyarakat (Proseven) dan PT. Donggi Sinoro yang difasilitasi oleh Kementerian Desadan PDT untuk program terpadu pembangunan Desa Mandiri. [***]