REJANG LEBONG, PB – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rejang Lebong memastikan bakal menindak tegas penyalahgunaan gas melon 3 Kg. Salah satunya diduga dilakukan kontraktor nakal dalam proyek rehab jembatan Air Rambai Kota Curup.

Di mana proyek tersebut diduga menggunakan gas melon untuk proses pengelasan rangka jembatan Air Rambai.  Padahal gas melon adalah gas bersubsidi untuk warga kebutuhan miskin. Menggunakan gas melon untuk proyek sudah jelas melanggar aturan.

“Gas elpiji ukuran 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, bukan untuk kepentingan usaha apalagi untuk pengerjaan proyek, tentunya ini menyalahi aturan karena gas elpiji ukuran 3 kg merupakan gas bersubsidi,” kata Sabirin Saleh selaku Kepala Dinas Perindag Rejang Lebong, Selasa (31/10/2017).

Bila terbukti, sambungnya, Disperindag akan bertindak tegas. Namun, sebelum bertindak, Disperindag bakal memastikan informasi itu. Pihaknya akan datang ke lokasi proyek untuk emastikan informasi tersebut.

“Kita juga akan turun langsung ke lapangan bersama tim dari bidang perlindungan konsumen, untuk melakukan pengecekkan ke lokasi proyek yang dimaksud. Bilamana memang ditemukan ada penyalahgunaan gas elpiji ukuran 3 kg, akan kita tindak tegas, dengan memberikan teguran serta pembinaan agar beralih menggunakan gas elpiji ukuran 5,5 kg atau 12 kg yang bukan termasuk gas bersubsidi,” jelas nya.

Tak hanya pada kontraktor, Disperindag juga akan melakukan pengecekan pada restoran dan tempat usaha yang diduga meyalahgunakan gas melon 3 Kg. [Benny]