BENGKULU, PB – Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan program pembangunan sejuta rumah di Provinsi Bengkulu tidak boleh dibangun asal jadi (asal-asalan). Ia berharap Program ini menciptakan rumah yang layak huni dan nyaman bagi calon penghuninya.

“Program pemerintah ini jangan dibuat asal-asalan hanya kaena ingin mengambil uang dari pemerintah, itu jangan sampai terjadi,” kata Rohidin usai membuka Pelantikan pengurus DPW Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPRI) se-Provinsi Bengkulu, Jumat (27/10/2017) di Hotel Madelin.

Perumahan khusus rakyat miskin ini, sambungnya, harus dibangun sesuai standar yang ditetapkan. Seperti adanya ruang terbuka hijau dan fasilitas umum. Pembangunan perumahan juga harus clear status lahah, tata ruang dan tidak menghilangkan fungsi ekologinya.

“Misal rawa kalau ditimbun akan banjir, itu menghilangkan fungsi ekologi, pegunungan diratakan juga membahayakan ekologi, itu tidak boleh dan membahayakan kita semua,” jelasnya.

“Kalau pengembang patuh itu maka perumahan akan terjual dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW ASPRI Provinsi Bengkulu, Suyono mengatakan, para pengembang di ASPRI akan membantu pemerintah mengawal standar pembangunan rumah yang layak huni. Terkait dengan kualitas bangunan, ASPRI juga akan memantau agar rumah dibangun sesuai dengan kualitas standarnya.

” Kita akan terjunkan orang ASPRI itu 24 Jam untuk memantau kinerja dilapangan. Kita pastikan kualitas dan kuantitas diutamakan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Provinsi Bengkulu baru saja melauncing program pembangunan sejuta rumah. Pembangunan dimulai disejumlah kabupaten seperti, Bengkulu Tengah, Mukomuko, Lebong dan Bengkulu Utara. [AM]