BENGKULU SELATAN, PB –  Camat Air Nipis Hamdan Sarbaini dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bengkulu Selatan Silustero dipanggil oleh Plt Sekda Darmin. Ini terkait dengan status facebook yang dibuat oleh Camat Air Nipis melalui akun facebook pribadinya @Hamdan Sarbaini.

Status facebook tersebut mendapat protes dari Kadis Perkim Bengkulu Selatan Silustero. Protes atas status facebook tersebut ditanggapi oleh Kepala Dinas Perkim dengan mengirim sepucuk surat dinas yang ditujukan kepada Camat.

Adanya misskomunikasi inilah yang membuat keduanya ‘berdamai’ di ruang Sekda. Pertemuan kedua pejabat Bengkulu Selatan ini difasilitasi oleh salah seorang anggota DPRD Bengkulu Selatan, Kuswandi.

“Saya hanya memfasilitasi untuk bertemu di ruang Sekda. Karena kedua-duanya baik Camat maupun Kadis Perkim masih keluarga saya semua,” ungkap Kuswandi.

Dari pantauan pedomanbengkulu.com, Hamdan Sarbaini dan Silustero berada di dalam ruangan Sekda lebih dari satu jam. Keduanya keluar dari ruang Sekda sekira pukul 13.20 WIB, Selasa (17/10/2017)

“Hanya misskomunikasi. Sudah saling memaafkan dan semuanya sudah clear,” ungkap Silustero sembari meninggalkan ruang Sekda. Hal senada juga diungkapkan oleh Hamdan Sarbaini.

“Semua sudah selesai. Terkait dengan status facebook saya itu tidak ada maksud untuk menyalahkan suatu instansi ataupun menyalahkan ataupun menyudutkan seseorang,” jelas Hamdan Sarbaini.

Untuk diketahui, dua hari yang lalu Camat Air Nipis melalui akun facebook pribadinya @Hamdan Sarbaini memposting foto rumah salah seorang warga. Di postingan tersebut tertuliskan “NUMPANG TANYAU REKAN FB..APAKAH LAYAK RUMAH INI DIBANTU UNTUK DIREHAP…

Selanjutnya, Senin kemarin (16/10/17), melalui akun facebook yang sama Camat kembali memposting foto surat protes dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Bengkulu Selatan.

“Mudah2an saya dipanggil pak Sekda..dg akun..fb…saya…coba cek kelapangan kalau berita saya mengada2 atau bohong…”, tulis Hamdan Sarbaini melalui akun facebooknya.

Kuat dugaan status facebook tersebut bergulir karena bentuk kekesalan Sang Camat karena masih sangat banyak rumah warga yang tidak layak huni di Kecamatan Air Nipis yang belum mendapat bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang populer disebut program bedah rumah.

Lantaran program BSPS leading sektornya berada di Dinas Perkim, makanya Kepala Dinas Perkim melayangkan surat protes (klarifikasi) kepada Camat Air Nipis, Hamdan Sarbaini.

Sekedar mengingatkan, beberapa waktu yang lalu Camat Air Nipis juga pernah memposting salah satu rumah Kusinudin, warga Desa Maras Kecamatan Air Nipis yang gagal mendapat bantuan BSPS, padahal material sudah menumpuk di depan rumah Kusinudin, namun diangkut dan dipindahkan kepada warga lainnya. Penyebabnya karena Kusinudin tidak mampu untuk membayar upah tukang. Kisah Kusinudin inipun menjadi viral di pemberitaan media online. (Apd)