BENGKULU, PB – Senator termuda Indonesia, Riri Damayanti John Latief, mengkritisi tayangan sinetron Indonesia. Menurutnya, tayangan sinetron Indonesia kebanyakan tidak mengandung unsur edukasi.

“Coba saja cek sinetron kita, lebay dan alay. Bila berpakaian terlalu seksi dan mini. Sepatunya warna-warni. Padahal ketika saya cek di sekolah-sekolah kita, kenyataannya tidak seperti itu juga,” kata Riri Damayanti, baru-baru ini.

Jebolan Universitas Indonesia ini menjelaskan, tayangan-tayangan tersebut dalam jangka waktu yang panjang bisa merusak generasi Indonesia.

“Banyak karakter tokoh yang tidak pantas ditiru, tapi ditayangkan. Ini jelas berdampak negatif. Memang beberapa ada yang baik, tapi tidak banyak. Generasi kita harus menyadari hal ini,” ujarnya.

Riri menambahkan, perkembangan teknologi mutakhir ibarat pedang bermata dua. Pada satu sisi, bisa berdampak positif, namun pada sisi yang lain bisa berdampak negatif.

“Misalnya handphone. Handphone sebenarnya tidak merusak. Namun dia bisa jadi merusak kalau kita gunakan untuk hal-hal yang tidak benar. Sudah banyak yang tertangkap menyimpan video porno di handphonenya. Ini tidak benar,” tegasnya.

Anak pertama pasangan seorang pengusaha John Latief dan seorang politisi Leni Haryati ini sendiri telah menginisiasi pembuatan film ‘Gading’, sebuah film yang menceritakan tentang kisah fiktif legenda Bengkulu Putri Gading Cempaka.

Dalam film ‘Gading’ tersebut diangkat tentang keindahan alam Bengkulu, kekayaan sejarahnya, tentang nilai-nilai kepahlawanan dan kesetiaan. Film ini tak akan lama lagi tayang di bioskop Bengkulu. [AR]