BENGKULU, PB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu Mitrul Ajemi menegaskan akan memberikan sanksi terhadap warung atau warnet yang masih menerima pelajar bolos. Sanksi tersebut diambil dari Perda Nomor 5 Tahun 2017.

“Bahwasanya berdasarkan Pasal 20, 21, 22 dan 23, sanksinya sebenarnya cukup berat yakni hukuman kurangan hingga denda Rp 50 juta,” kata Mitrul, Senin (2/10/2017).

Namun untuk tahap awal, Mitrul akan menyurati terlebih dahulu warung atau warnet yang ‘membandel’ tersebut. Dia pun berharap agar surat tersebut dapat membuat warnet tersebut bisa sadar.

“Termasuk dewan guru juga kita himbau agar terus meningkatkan kedisiplinan para siswa,” sambungnya.

Sementara itu, penjaga warnet Java.net yang berada di Nusa Indah mengaku pelajar tersebut banyak yang beralasan mengerjakan tugas saat mampir ke warnetnya.

“Ada yang bilang mau nge-print, ada juga yang bilang libur,” ujarnya.

Terpisah, Ketua RT 1 Padang Harapan Muslim mengaku setiap hari di Jalan Kampar ada 40 hingga 80 siswa yang nongkrong disana. Mereka ini tak jarang minum komix hingga mabuk

“Saya tegur tapi mereka (para siswa tersebut) masa bodoh saja,” ucapnya.

Tak hanya itu, Muslim juga sebenarnya sudah melaporkan ke SMKN 2 Kota Bengkulu. Namun, para guru yang ada disana juga masa bodoh.

“Bahkan saya bangu pagar, tapi dijebol sama para siswa tersebut,” kata dia. [CHO]