Ilustrasi (Foto: tempo.co)

SELUMA, PB – Dinas Kesehatan kabupaten Seluma mencatat, kasus Demam Berdarah (DBD) tahun 2017 ini relatif mengalami penurunan.

Di tahun 2016 lalu, terdapat 60 kasus DBD dan dua orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan tahun ini, hanya ada tujuh kasus dan tidak ada yang meninggal dunia.

“Karena kita sudah lakukan upaya pencegahan, fogging di seluruh fasilitas pendidikan. Mulai dari SD hingga SMP,” kata Kepala Bidang, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Ahmad Tavip kepada Pedoman Bengkulu belum lama ini.

Baca juga:

Tiga kecamatan yang sebelumnya mempunyai kasus DBD tertinggi yaitu di kecamatan Sukaraja, Air Periukan dan Semidang Alas. Kasus di tiga kecamatan ini banyak terjadi sepanjang 2016.

Namun, petugas pogging juga banyak menemukan nyamuk DBD di Kecamatan Ilir Talo. Hal ini karena banyaknya genangan air di rawa dan selokan depan rumah warga.

“Sebenarnya, hampir seluruh daerah dataran rendah terdapat kasus ini. Kecuali di kecamatan Ulu Talo,” jelas dia.

Beberapa penyebab timbulnya penyakit DBD kata Ahmad, disebabkan karena adanya usaha kolam apung menggunakan terpal. Sebab, nyamuk dapat berkembang biak dengan baik karena air tidak langsung bersentuhan langsung dengan tanah.

“Terdapat juga usaha-usaha yang menyebabkan timbulnya sarang nyamuk. Seperti usaha ternak ayam potong yang tidak menjaga kesehatan lingkungan dengan baik,”tutup dia. [Sepriandi]