JAKARTA, PB – Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah.

“Untuk mencapai negara dengan tingkat perekonomian yang kuat maka kualitas SDM kita harus bagus,” ucap Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani di kantornya, baru-baru ini.

Menurut Menko Puan, persaingan dalam era globalisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya supaya dapat mengelola potensi bangsa dan negaranya agar dapat bersaing. Terlebih sebelumnya World Economic Forum (WEF) 2017 melaporkan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia menempati peringkat 65 dari 130 negara. Ini artinya, Indonesia masih berada dalam posisi aman dan tidak aman.

Puan menjelaskan, dalam Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terdapat tiga agenda strategis.

“Hal tersebut yaitu menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan kapabiltas manusia Indonesia, serta membangun karekter bangsa,” Puan menjelaskan.

Lebih lanjut, Menko mengatakan, diperlukan juga upaya bersama untuk terus membangun karakter bangsa melalui pendidikan formal, keteladanan, kehadiran negara yang berwibawa, juga melalui praktek-praktek yang dapat memperkuat jiwa bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan bergotong royong.

Terakhir, Puan berharap kalangan terdidik khususnya yang ada di perguruan tinggi sadar akan tantangan bangsa ini dengan cara menerapkan nilai-nilai yang ada dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental. GNRM bagi Puan ialah salah satu agenda pembangunan yang strategis, Ia merupakan upaya untuk membangun nation and character building.

‚ÄúDengan menerapkan nilai-nilai yang ada di revousi mental, maka budaya anti plagiat, anti narkoba, budaya keilmuwan yang menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, serta kualitas SDM Indonesiadipastikan bisa terwujud,” tegas Puan. [anr/ram]