BENGKULU, UTARA, PB– Pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku kecewa karena kartu tidak aktif lagi. Kejadian itu dialami keluarga Rozianto (18) warga Unit 1 Padang Jaya Sabtu, (18/11/2017).

Menurut orang tua Rozi saat di temui wartawan, pihak keluarganya kecewa terhadap pemerintah Indonesia, karena Kartu KIS yang belum lama mereka terima sudah tidak aktif saat digunakan untuk pengobatan Rozi di RSUD Arga Makmur.

Dijelaskan oleh paman Rozi, bahwa dari hasil pemeriksaan dokter Rozi harus dirujuk ke Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu, akibat tidak aktifnya kartu KIS hal ini sangat memberatkan keluarga Rozi yang mana harus membayar menggunakan uang pribadi sedangkan Rozi berasal dari keluarga tidak mampu.

“Kenapa pihak pemerintah tidak ada konfirmasi kepada kami jika kartu KIS yang diberikan kepada kami sudah tidak aktif. Jika kami mengetahuinya kami bisa bermusyawarah dengan keluarga yang lain untuk membantu perobatan,” ujarnya.

Sementara itu Humas BPJS Argamakmur Hervianto mengatakan bahwa pengurangan peserta KIS PBI itu adalah kewenangan Kemensos.

“Kami hanya melaksanakan apa yang sudah disodorkan oleh pihak Kemensos, soal pendataan konfirmasi aja ke Dinas Sosial,”ungkap Hervianto

Sementara itu Plt Kadis Sosial Bengkulu Utara, Suharto Handayani menjelaskan bahwa dari Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia dengan nomor 76/HUK/2017 bahwa peserta KIS BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Bengkulu Utara memang telah mengalami pengurangan sebanyak 200 orang

Dijelaskan oleh Suharto bahwa pengurangan tersebut dikarena banyak faktor seperti hasil dari pendataan orang tersebut sudah dikategorikan tidak miskin, untuk itu Suharto mengimbau agar masyarakat dapat mengecek ke kantor BPJS tentang keaktifan kartu BPJSnya agar dalam melakukan pengobatan tidak kaget lagi bahwa kartu BPJS nya sudah non aktif. [Evi]