REJANG LEBONG, PB – Terkait beredarnya jual beli buku bahaya narkoba di dinas dan instansi maupun sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong beberapa waktu lalu, kemudian mencatut nama panti Rehabilitasi Narkoba Karunia Insani House yang disebut menerima keuntungan dari penjualan buku tersebut akhirnya di bantah oleh Femmy Sarnianzah selaku Pimpinan Karunia Insani House Cabang Yayasan Dharma Wahyu Insani Rejang Lebong.

Pihak Karunia Insani House menyatakan tidak pernah ada kerjasama pada pihak manapun, terkait penjualan buku dan atau mendapatkan keuntungan dari penjualan buku narkoba.

“Saya selaku pimpinan Karunia Insani House Cabang Yayasan Dharma Wahyu Insani Rejang Lebong, membantah bahwa itu tidak benar. Dan perlu diketahui bahwa, Karunia Insani House Cabang Yayasan Dharma Wahyu Insani Rejang Lebong tidak pernah bekerjasama kepada pihak manapun terkait penjulan buku dan atau mendapatkan keuntungan dari penjualan buku yang disumbangkan ke lembaga kami,” Kata Femmy melalui pesan whatsapp, Kamis (30/11/2017).

Baca juga: Ada Pungli Jual Beli Buku di Rejang Lebong?

Selain itu Femmy juga menjelaskan lembaganya murni bergerak dalam program rehabilitasi korban narkotika.

Baca juga: Oknum Wartawan Diduga Jual Buku ‘Bahaya Narkoba’

“Karunia Insani House Cab. Yayasan Dharma Wahyu Insani Rejang Lebong, bergerak dalam program rehabilitasi Narkotika, Pisikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), yang didukung oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, BNN Provinsi Bengkulu, serta dengan pihak kepolisan,” pungkas Femmy. [Benny Septiadi]