JAKARTA, PB – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan melanjutkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Revolusi Mental (KKN RM) tahun depan.

Penetapan itu terlontar dalam rapat evaluasi pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) tematik Revolusi Mental tahun 2017, dipimpin Deputi bidang koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Harmoni, Senin (20/11), dan di hadiri oleh 34 Perguruan Tinggi Negeri dan 14 perguruan tinggi keagamaan, baik dari rektorat dan lembaga pengembangan dan pengabdian masyarakat (LPPM).

Lihat juga : Kampanyekan Revolusi Mental, Kemenko PMK Dorong NU Ikut Berpartisipasi

Agus mengungkapkan, tahun ini, ada perluasan kerja sama yaitu 34 Perguruan Tinggi Negeri serta 14 Perguruan Tinggi Keagamaan.

“Program KKN tematik Revolusi Mental 2017 ini melibatkan lebih dari 10.000 mahasiswa pada lebih dari 900 desa selama 30-45 hari dimulai periode Juni-November 2017,” ujarnya.

Agus menegaskan, program KKN tematik Revolusi Mental ini akan dilanjutkan dalam tahun anggaran 2018 dengan melubatkan lebih banyak mahasiswa maupun perguruan tinggi lainnya.

Materi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) disampaikan oleh Anggota Gugus Tugas Nasional GNRM, Paulus Wirutomo, dan dilanjutkan dengan sesi presentasi seluruh PTN dan PTK.

Baca juga : Korpri Adopsi Semangat Revolusi Mental dengan Semangat Kekinian

Dari 48 Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan dibagi menjadi empat kelompok yang dibagi dalam tiga sesi presentasi materi pelaksanaan KKN RM.

Kesesuaian program KKN RM, aksi nyata mahasiswa dan keterlibatan masyarakat, perubahan sikap dari dampak KKN RM, ditentukan masing-masing penanggung jawab kegiatan di masing-masing perguruan tinggi. [anr/ram]