BENGKULU, PB – Konvensi Rakyat Partai Amanat Nasional (PAN) masih berlangsung. Pada minggu ketiga ini, nama Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu Helmi Hasan masih mendominasi sebagai yang paling banyak disulkan oleh warga. Setidaknya Helmi sudah mengantongi dukungan sebanyak 538 KTP.

Baca juga : PAN Siap Usung Calon Walikota Non Kader

Dibawahnya, ada nama Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Mardiyanti. Anggota DPRD Kota Bengkulu itu terus mengejar posisi Helmi Hasan dengan jumlah dukungan sebanyak 209 KTP.

Selain kedua nama tersebut, nama lain bakal calon walikota yang muncuk adalah Effendi (16 KTP), Benny Soeharto (9 KTP), Erna Sari Dewi (2 KTP) dan Suprianto (2 KTP).

Sementara untuk posisi bakal calon wakil, nama Mardiyanti menjadi yang terbanyak didukung oleh rakyat. Dia mengantongi dukungan sebanyak 153 KTP. Dibawahnya, ada nama Alboy Novebra dengan jumlah dukungan sebanyak 137 KTP.

Pada posisi ketiga balon wakil walikota diduduki oleh General Manager RBTV Dedi Wahyudi dengan dukungan sebanyak 130 KTP. Selanjutnya, Effendi (66 KTP), David Edison (15 KTP), Dani Hamdani (15 KTP), Dempo Xler (12 KTP), Erna Sari Dewi (10 KTP), Patriana Sosialinda (8 KTP), Mirza (6 KTP), Yudi Darmawansyah (5 KTP), dan Suimi Fales (4 KTP).

Disampaikan oleh Pembina Wilayah PAN Provinsi Bengkulu Benny Soeharto mengaku senang dengan hasil konvensi ini. Apalagi, nama dua kader PAN masih mendominasi sebagai yang paling banyak didukung oleh rakyat.

“Artinya kita bisa mendapatkan alternatif-alternatif. Kali ini nama Helmi Hasan dan Mardiyanti yang masih paling unggul diantara yang lain,” jelasnya.

Baca juga : Sumbangan Warga untuk Konvensi Rakyat PAN Mulai Berdatangan

Menurutnya, nama-nama yang didukung oleh rakyat ini pasti akan diakomodir oleh PAN.

“Apapun hasil dari formulir yang terkumpul akan kita usung,” ucapnya.

Pun demikian, ia sadar bila partai berlambang matahari ini masih membutuhkan kawan koalisi pada Pilwakot mendatang. Untuk itu, ia senantiasa intens melakukan komunikasi politik dengan partai lain.

“PAN sebagai partai tengah membutuhkan kursi tambahan. Memang saat ini belum ada gambaran koalisi, tapi peluang koalisi masih terbuka,” jelasnya. [CHO]