Kakek Mili (74) yang tinggal di gubuk reot  (Foto: Sepriandi)

SELUMA, PB – Sepasang suami istri lanjut usia (Lansia) warga Desa Petai Kayu Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma tinggal di gubuk reot beratap daun rumbia yang hampir roboh.

Rumah pondok yang berlantai bambu itu dihuni oleh sepasang lansia yaitu, kakek Mili (74) dan nenek Mida (64).

Kepala Desa Petai Kayu, Dody Haryadi mengatakan, pemerintah desa telah berupaya mengusulkan proposal ke sejumlah dinas di kabupaten Seluma untuk membantu kehidupan sepasang lansia ini.

Gubuk reot yang dihuni sepasang Lansia di Desa Petai Kayu Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma (Foto: Sepriandi)

Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan yang serius.

“Untuk bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) baru akan dapat. Bantuan lain belum pernah didapat,” kata Dody kepada Pedoman Bengkulu, Senin (27/11/2017).

Baca juga: 55 Desa di Seluma Tertinggal, Ini Daftarnya

Dody mengisahkan, sejak tahun 2003 silam atau sudah 14 tahun, kedua pasangan ini hidup di rumah panggung yang dibuatkan oleh warga secara swadaya.

Pasangan ini sebelumnya memiliki sebuah rumah yang layak huni. Namun, sejak 14 tahun lalu rumah milik pasangan ini ludes dilalap api kemudian warga bergotong royong membuatkan rumah sementara bagi pasangan ini.

“Dulu sepasang lansia ini ada rumah yang agak layak. Tapi terkena musibah kebakaran. Mulai itu lah dia tinggal di gubuk reot itu,” jelas Dody.

Dody berharap, agar pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, dapat membantu kelayakan hidup kakek Mili dan nenek Mida.

Dengan memberikan bantuan rumah atau jenis bantuan pemerintah dalam bentuk program lainnya.

Kakek Mili (74) (Foto: Sepriandi)

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Seluma, Okti Fitriani menegaskan, keadaan tempat tinggal warga itu wajib menjadi perhatian pemerintah.

Karena kondisi rumah yang tidak layak dan nyaris roboh.

“Kita minta Kades agar segera berkoordinasi ke OPD terkait. Harus ada perhatian khusus terhadap keadaan rumahnya. Pemerintah harus hadir,” kata Okti.

DPRD Seluma kata Okti, akan mendorong pihak eksekutif untuk melakukan upaya cepat untuk membantu kakek Mili dan nenek Mida agar segera mendapatkan rumah yang layak. Karena, dilihat dari kondisi rumah, memang sudah tidak layak dan harus segera diperbaiki.

“Kalau masih ada ruang untuk membantu melalui program bedah rumah, saya pikir itu harus diprioritaskan,” tambah dia.

Pemerintah, lanjut Okti, tidak boleh membiarkan ada masyarakat yang tinggal di rumah reot seperti itu. Apalagi orang yang sudah renta.

“Nanti saya akan ikut cek tempat tinggal mereka. Sekaligus nanti ikut menyumbang pembangunan rumahnya,” demikian Okti. [Sepriandi]