Published On: Sen, Nov 27th, 2017

Penyakit Kulit di Musim Hujan yang Harus Anda Waspadai!

JAKARTA, PB – Musim hujan telah datang dan bagi Anda yang setiap harinya berpanas-panasan, musim ini pasti terasa menyejukkan. Namun, dibalik sejuknya hujan, terdapat pula masalah kesehatan yang harus Anda waspadai. Salah satunya adalah penyakit kulit yang biasa disebabkan oleh infeksi jamur. Bagaimana bisa?

Saat beraktivitas di musim hujan, seringkali tubuh dan pakaian yang Anda kenakan seharian menjadi basah dan lembap. Apalagi jika payung dan jas hujan tertinggal di rumah. Ugh, semakin menyebalkan saja, bukan? Kondisi tersebut, ditambah dengan daya tahan tubuh yang menurun, akan menyebabkan kulit mudah terinfeksi oleh jamur.

Selain rasa gatal yang mengganggu, penyakit kulit ini jika tidak segera diatasi dapat merusak permukaan dan jaringan kulit Anda.

Baca juga: Risiko Menggunakan Minyak Goreng Berulang Kali

Oleh karena itu, ada baiknya Anda mewaspadai 3 penyakit kulit di musim hujan :

1. Panu

Penyakit kulit dimusim hujan yang pertama adalah panu. Panu, atau panau (Pityriasis versicolor) merupakan jenis penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi jamur Tinea versicolor. Penyakit ini dapat terjadi di bagian manapun pada permukaan kulit.

Ciri khusus yang tampak, dapat diamati saat infeksi jamur berumur 1 hingga 2 minggu, adalah terdapatnya bercak putih melingkar pada kulit serta rasa gatal dan mengelupas pada bagian yang terinfeksi.

Ketika Anda menggaruk bagian yang gatal, akan terjadi kontak antara tangan dengan kulit yang sehat sehingga mengakibatkan bercak putih panu menyebar ke bagian kulit lainnya. Kontak langsung dan menggunakan barang – barang pribadi penderita merupakan faktor utama penyebab penularan penyakit ini. Hii, seram!

2. Kadas atau Kurap

Penyakit kulit di musim hujan yang selanjutnya adala kadas atau kurap. Penyakit ini dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai Tinea dan disebabkan oleh infeksi jamur bernama dermatofita. Jenis jamur yang satu ini dapat tumbuh pada permukaan kulit yang lembap seperti daerah kepala, lipatan paha, kuku, lipatan lengan atau kaki. Pada saat sedang berkeringat, bagian yang terkena kadas atau kurap akan terasa sangat gatal dan panas. Jika ini terjadi, Anda tidak disarankan untuk menggaruknya.

Menggaruk bagian yang gatal justru menyebabkan kulit memerah, mengalami peradangan dan infeksi jamur menjadi semakin meluas. Menjijikkan, bukan?

3. Kutu Air

Penyakit kulit di musim hujan yang terakhir ini umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Epidermophyton floccosum. Biasanya, kutu air akan menyerang bagian kulit di sela – sela jari tangan atau kaki. Bagian kulit yang terinfeksi akan terlihat mengelupas dan disertai rasa gatal, terdapat gelembung – gelembung yang mengeluarkan cairan berbau.

Kulit juga akan tampak bersisik dan pecah-pecah. Jika dibiarkan, penyakit ini akan menjadi infeksi kulit sekunder. Bahkan pada penderita diabetes dapat menimbulkan komplikasi serius. Faktor penyebab kutu air di antaranya adalah terlalu sering melakukan kontak dengan air, menggunakan sepatu atau kaos kaki yang bau dan lembap, alergi terhadap bahan kimia, dan kurang terjaganya kebersihan kaki dan tangan.

Nah, itu tadi 3 penyakit di musim hujan yang paling mudah menjangkiti Anda. Tentu cara paling sederhana untuk menghindari penyakit kulit selama musim hujan adalah dengan meningkatkan kebersihan badan dan sebisa mungkin menjaga pakaian yang digunakan tetap kering dan bersih.
Periksa kembali kesehatan kulit Anda, jika ada gejala penyakit kulit seperti telah disebutkan segera obati sebelum meluas dan bertambah parah. Selamat beraktivitas di musim hujan! [Go Dok]

290 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

iklan khusus