Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Seluma, Irihadi berkunjung kerumah Kakek Mili (74). (Foto: Sepriandi/Pedoman Bengkulu)

SELUMA, PB – Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma, Irihadi, bersama Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Ramlan Effendi dan Camat Semidang Alas Idham, mengunjungi sepasang lansia yang tinggal di gubuk reot di Desa Petai Kayu Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma, Kamis (30/11/2017).

Saat mengunjungi, Sekda sempat berbincang dengan sepasang lansia itu. Sekda juga memberikan bantuan berupa beras dan makanan.

“Kedepannya, saya minta kepada Kades dan Camat, kalau ada yang seperti ini tolong laporkan cepat. Jangan menunggu,” kata Irihadi kepada Pedoman Bengkulu.

Sekda memastikan, Pemda Seluma akan segera membantu membangun rumah warga kurang mampu ini. Namun, akan dilakukan perhitungan terlebih dahulu kebutuhan anggaran, kemudian baru nanti dibangun sesuai anggaran yang ada.

Baca juga: Sekda Pastikan Bantu Sepasang Lansia yang Tinggal di Gubuk Reot

“Akhir Desember ini harus dibangun. Minimal semi permanen. Tidak hanya rumah, nanti juga dibantu pembangunan wc dan sumur,” jelas Irihadi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perkim, Ramlan Effendi menyebutkan, pembangunan Rumah Tidak layak Huni (RTLH) di kabupaten Seluma tahun 2017 ini terdapat di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sukaraja dan Ilir Talo.

Bantuan pembangunan RTLH ini kata dia, merupakan bantuan dari kementerian yang di kelola oleh Satuan Kerja (Satker). Sehingga, pihak Kabupaten, hanya menerima laporan.

“Dari APBD kita tidak dianggarkan, harusnya ada minimal lima,” jelas dia.

Ramlan menyebutkan, jumlah RTLH di kabupaten Seluma saat ini tembus diangka 4000 lebih.

Simak juga: Miris! Sepasang Lansia di Seluma, 14 Tahun Tinggal di Gubuk Reot

716 RTLH diantaranya berada di Kecamatan Semidang Alas.

Sepasang Lansia yang tinggal di gubuk reot yaitu kakek Mili dan nenek Mida. Sepasang Lansia ini tinggal di gubuk reot sejak rumahnya kebakaran 14 tahun lalu.Rumah Reot Milik Sepasang Lansia di Seluma Segera Dibangun. [Sepriandi]