BENGKULU, PB – Gejolak mengenai keberadaan transportasi online semakin rumit. Meski Aliansi Sopir Angkot dan Sopir Taksi Kota Bengkulu meminta agar ditutup, namun Pemerintah Provinsi Bengkulu bergeming.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengimbau kepada jajarannya untuk segera merespon tuntutan Aliansi Sopir Angkot dan Sopir Taksi Kota Bengkulu.

“Cari solusi terbaik,” katanya ditemui disela-sela kegiatan Pertemuan Pengembangan Agribisnis Kopi Unggul Lokal Bengkulu di Hotel Raffles City, Kamis (9/11/2017).

Baca juga : Sopir Angkutan Umum Mogok, Datangi Kantor Gubernur

Namun Rohidin meminta agar semua pihak dapat bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi perkembangan zaman.

“Kita tidak bisa membatasi kebutuhan masyarakat, khususnya soal transportasi,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko, memastikan bahwasanya Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melayangkan surat kepada pihak Grab untuk mengurus perizinan.

Waktu yang diberikan kepada penyedia jasa transportasi secara online itu hingga 13 November 2017 mendatang. Bila tidak, Pemerintah Provinsi akan mengeluarkan rekomendasi kepada Polda Bengkulu guna melakukan penertiban. [Ifan]