SEMARANG, PB – Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terus gencar melakukan sosialisasi Asian Games, yang akan berlangsung tahun depan, di Jakarta fan Palembang.

Kemenko PMK bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah mengadakan acara bertajuk Rapat Koordinasi Keolahragaan, Selasa (7/11/2017).

Dalam acara ini, Kemenko PMK fokus membahas mengenai sosialisasi keolahragaan Asian Games dan kemajuan pengembangan sepak bola tanah air.

Melalui Asisten Deputi Kemenko PMK, Gatot Hendarto, saat memaparkan dalam acara tersebut, ada tiga isu strategis pembangunan bidang keolahragaan saat ini.

Diantaranya; Persiapan Penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018, Percepatan Pemangunan Persepakbolaan Nasional, dan Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

“Sudah terbit Perpres 95 tahun 2017 tentang prestasi olahraga. Ini banyak hal yang berubah. Awalnya kan dipusatkan di Satlak Prima nah ini nanti peran induk cabor yang akan berperan besar,” paparnya seperti dikutip situs jateng.tribunnews.com.

“Diharapkan semua dinas terkait di daerah bisa tahu tentang kebijakan baru. Tujuan akhirnya adalah bisa meningkatkan prestasi atlit di Asian Games. Bukan hanya dari sektor penyelenggaraannya,” Kata Gatot.

Di kesempatan yang sama, Kadisporapar Jawa Tengah, Urip Sihabudin berharap semua pihak mendukung program pemerintah pusat.

Terutama di bidang pengembangan keolahragaan menjelang Asian Games Jakarta-Palembang 2018.

“Kita semua berharap semua komponen masyarakat bisa mensosialisasikan. Terutama menjelang Asian Games yang waktunya sangat mepet,” katanya.

“Media juga diharapkan bisa membantu mensosialisasikan olahraga-olahraga yang tidak populer. Jadi bukan hanya diarena sepak bola saja tapi olahtaga lain,” imbuhnya.

Menyoal percepatan sepak bola, dalam materi yang disampaikan Gatot, ada beberapa hal yang membuat olahraga populer ini harus menjadi fokus semua pihak, terutama kementrian terkait dan PSSI.

Dua lembaga ini diundang langsung presiden RI Joko Widodo, melakukan rapat terbatas mengenai percepatan pembangunan persepak bolaan nasional 24 Januari silam.

Selain itu, sepak bola adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Bukan hanya PSSI. Karena sepak bola merupakan lintas sektor dan melibatkan banyak pihak.

Dalam perjalanannya, pengembangan sepak bola juga perlu alur pembangunan dengan memperhatikan enam aspek.

Yakni, kompetisi profesional, pengembangan bakat, atutan pendanaan, pelatihan pelatih dan wasit, tata kelola, serta infrastruktur dan sport science. [anr/ram]