Siapa yang tidak mengenal apel hijau, buah yang memiliki rasa manis dan asam sekaligus ini memberikan rasa segar kepada para penikmatnya. Selain rasanya yang nikmat, buah ini ternyata mengandung banyak manfaat bagi kesehatan.

Salah satu dari banyaknya manfaat buah ini ialah sebagai terapi pada radang sendi. Berbagai hasil penelitian menyebutkan bahwa rutin mengonsumsi buah apel hijau dapat menyembuhkan dan menghindarkan kita dari penyakit radang sendi.

Apa kandungan dalam apel hijau yang dapat mengatasi radang sendi?

Apel hijau mengandung tinggi vitamin A, C, serta polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan ini dapat mencegah terjadinya proses perusakan pada tubuh, termasuk pada sendi Anda. Antioksidan juga berfungsi mengurangi peradangan pada sendi, sehingga dapat mengurangi sakit pada penderita nyeri sendi.

Selain itu, apel hijau memiliki banyak kandungan mineral seperti magnesium, fosfor, kalsium, dan kalium. Kekurangan mineral-mineral ini dapat memperburuk nyeri sendi, dan sebaliknya asupan yang kaya akan mineral esensial ini dapat membantu menghilangkan nyeri sendi. Apalagi, kalium diteliti mampu mencegah pertumbuhan kalsium yang tidak normal pada persendian, sehingga mampu mengurangi risiko kaku pada sendi.

Apel hijau juga mengandung kadar serat tinggi dan rendah kalori, yang baik untuk menurunkan berat badan. Berat badan ideal tentunya dapat mengurangi beban pada sendi lutut.

Berapa banyak apel hijau yang dibutuhkan untuk mengobati radang sendi?

Alangkah baiknya bagi Anda penderita nyeri sendi untuk mengonsumsi buah ini setiap hari. Para ahli menyarankan paling tidak satu buah apel hijau setiap hari sudah cukup untuk mengurangi nyeri akibat radang sendi, serta menurunkan risiko terjadinya nyeri sendi pada orang yang belum menderita penyakit tersebut.

Jangan lupa juga untuk menerapkan pola hidup sehat seperti mengatur pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan guna mendapatkan berat badan yang ideal. Berat badan ideal akan membantu Anda mengurangi risiko nyeri sendi. [dr. Karunia Ramadhan]