BENGKULU, PB – Peringatan keras bagi Warga yang kerap berlaku ‘iseng’ menyebar informasi atau berita hoax.

Baca juga : Gandeng Netizen, Polda Deklarasikan Anti “Hoax”

Pasalnya, Polda Bengkulu dan jajarannya bakal tegas kepada pelaku penyebar hoax. Petugas tidak akan segan-segan mengganjar pelaku dengan pidana penjara enam tahun dan denda Rp.1 miliar.

“Saya ingatkan lagi secara tegas. Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Petugas akan menindak. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar,” tegas Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung melalui Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, Minggu (3/11/2017).

Pelaku penyebar hoax, sambung Sudarno, bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Pasal tersebut menyebutkan, ‘Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan (Hoax), ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar’.

“Mulai sekarang setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan
berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak pesan pendek (SMS), maupun e-mail hoax yang berseliweran. Yang mem-forward, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut serta mendistribusikan kabar bohong,” tegas Sudarno.

Lihat juga : Kemenpan Polisikan 17 Portal CPNS Hoax

Dilain sisi, Sudarno meminta masyarakat jika mendapat pesan berantai yang hoax, agar tak sembarang menyebarkannya, melainkan segera melaporkan kejadian penyebaran ‘Hoax’ itu kepada Polda Bengkulu dan jajarannya.

“Pesan hoax harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk delik hukum. Laporan itu akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Sudarno. [Ifan Salianto]