Beberapa anggota DPRD Bengkulu Utara melakukan aksi “Walk Out” saat sidang pembahasan KUA-PPAS, Senin (11/12/2017). (Foto: Evi Kusnandar/Pedoman Bengkulu)

BENGKULU UTARA, PB – Rapat pertemuan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bengkulu Utara dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bengkulu Utara yang ke tiga (3) di ruang pola Setdakab Bengkulu Utara, Senin sore (11/12/2017) berlangsung panas dan diwarnai dengan walkout-nya lima anggota dewan.

Adapun Kelima anggota dewan yang walk out tersebut adalah Selamet Wahluyo (Nasdem) Gulam Wahyudi (PKB), Edi Sanusi (PAN) Pitra Martin (PKPI) dan Maherianto (Nasdem).

Penyebabnya lantaran ketidaksepahaman sesama anggota DPRD saat menyampaikan pandangannya dalam pembahasan APBD 2018.

Sonti Bakara (PDI Perjuangan Dapil 2) berharap semua dewan berpikir secara luas untuk bengkulu utara bukan fokus kepada Daerah Pemilihan (Dapil) mengingat Kondisi keuangan daerah juga tidak mampu menampung semuanya.

“Pokok pikiran saya tidak masuk di KUA- PPAS, padahal saya juga merupakan partai pendukung kemenangan Bupati dan Wakil Bupati, Mian- Arie Septia Adinata. Kita memikirkan Bengkulu Utara bukan Dapil,” ungkapnya.

Hal tersebut langsung ditanggapi Pitra Martin dari PKPI, ia mengatakan, jika memang usulan dewan tidak menjadi bahan pertimbangan lebih baik keluar dari ruangan pertemuan ini.

“Saya membawa aspirasi masyarakat, bukan bicara dukung- mendukung. Kalau mau meneruskan saya keluar,” ungkap Fitra

Rapat yang berlangsung panas ini juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. [Evi Kusnandar]