Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Mara Sakti Siregar berfoto bersama Plt Gubernur Bengkulu dan lainnya dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan V Provinsi Bengkulu di Aula Hotel Bumi Endah, Jumat (22/12/2017).

BENGKULU, PB – Dari 100 ribuan wartawan Indonesia baru 10 persenan yang bersertifikasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Mara Sakti Siregar saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan V Provinsi Bengkulu di Aula Hotel Bumi Endah, Jumat (22/12/2017).

“Anggota PWI ada 20 ribu wartawan. Baru 8 ribuan yang bersertifikasi. Di organisasi wartawan lainnya, baru ada sekitar 1.500 anggotanya yang bersertifikasi. Padahal jumlah wartawan di Indonesia ini mencapai 100 ribu. Artinya baru sekitar 10 persenan yang bersertifikasi,” papar Mara Sakti Siregar.

Baca juga : Dewan Pers Ingatkan Media Bukan Pemeras Pemerintah

Lanjut Mara Sakti, wartawan merupakan profesi yang bekerja dan berorientasi untuk kepentingan publik. Untuk melindungi kepentingan publik tentunya seorang wartawan harus profesional dan memiliki kompetensi.

“Wartawan bekerja untuk publik. Diantara tujuan UKW itu adalah untuk melindungi kepentingan publik dan menjaga harkat dan martabat profesi wartawan,” tegas Mara Sakti Siregar.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa ada empat pilar utama pembangunan. Yakni Birokrasi, Pelaku Usaha, Perguruan Tinggi dan Media Massa.

Empat pilar tersebut, menurut Rohidin tidak bisa dipisahkan dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, tentunya seluruh pilar harus memiliki kompetensi.

“Melalui UKW ini diharapkan akan muncul wartawan-wartawan yang profesional dan memiliki kompetensi,” harap Rohidin.

Simak juga : Tingkatkan Kompetensi Wartawan, Pers dan Pemerintah Boleh Bersinergi

Rohidin juga meminta kepada wartawan agar memiliki media yang jelas. Dan media itupun harus bersifat massa.

“Wartawan harus punya media. Medianyapun harus media massa. Artinya sasaran dan jangkauan luas serta banyak orang. Dibaca banyak orang dan kalau bisa informasinya cepat. Satu lagi, media massa harus independen,” tegas Rohidin.

Dalam laporannya, Ketua PWI Provinsi Bengkulu Zacky Antoni mengatakan bahwa antusiasme wartawan untuk mengikuti UKW sangat tinggi.

“Dari UKW angkatan pertama, baru UKW angkatan V ini yang paling banyak pesertanya. Peserta kali ini sebanyak 98 orang terdiri dari jenjang wartawan muda, madya dan utama,” tutur Zacky. [Apdian Utama]